Mencari Keadilan, Clara Shinta Sambangi Komnas Perempuan Terkait Skandal Video Call Sang Suami
Senin, 04 Mei 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Prahara rumah tangga selebgram kenamaan Clara Shinta kini memasuki babak baru yang lebih serius. Didampingi oleh kuasa hukum kawakan, Sunan Kalijaga, Clara mendatangi kantor Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk pengaduan atas dugaan skandal video call tidak senonoh yang melibatkan suaminya, Alexander Assad, dengan wanita lain.
Persoalan ini terasa semakin pelik lantaran sebelumnya Clara Shinta justru sempat mendapatkan somasi dari pihak perempuan yang diduga melakukan video call tersebut. Merasa posisinya sebagai istri sah terancam dan dirugikan secara mental, Clara akhirnya memutuskan untuk mencari perlindungan dan dukungan dari lembaga yang fokus pada hak-hak perempuan tersebut.
Sudut Pandang Perempuan dan Kekuatan Hukum Istri Sah
Usai melakukan pertemuan di dalam gedung Komnas Perempuan, Clara mengungkapkan bahwa pihak lembaga menyambut baik aduannya. Ia merasa lega karena aspirasinya didengarkan tidak hanya dari kacamata hukum yang kaku, tetapi juga dari empati sesama perempuan.
“Tadi respons dari pihak Komnas sangat positif. Sesuai namanya, mereka mendengarkan keluh kesah saya bukan sekadar dari sudut pandang hukum formal, tapi benar-benar melihat dari sisi kemanusiaan dan perasaan seorang perempuan,” ujar Clara Shinta kepada awak media di Jakarta Pusat.
Bagi Clara, statusnya sebagai istri sah seharusnya memiliki posisi tawar yang kuat, baik di mata hukum negara maupun agama. Ia berharap Komnas Perempuan dapat memberikan pertimbangan yang adil atas dampak psikis yang ia alami akibat perbuatan sang suami yang viral di media sosial tersebut.
Dampak Luas Terhadap Karier dan Keluarga
Sementara itu, Sunan Kalijaga selaku kuasa hukum menjelaskan bahwa kedatangan kliennya bukan tanpa alasan yang kuat. Ia menegaskan bahwa Clara merupakan korban dari sebuah peristiwa yang sangat mempermalukan martabat keluarga.
“Agendanya hari ini adalah membuat pengaduan resmi atas apa yang dialami Mbak Clara. Klien kami merasa menjadi korban dari dugaan hubungan suaminya dengan wanita lain melalui aktivitas video call sex (VCS) yang belakangan ini ramai diperbincangkan publik,” jelas Sunan secara tegas.
Lebih lanjut, Sunan memaparkan bahwa dampak dari kasus perselingkuhan dan video viral tersebut telah meluas ke berbagai lini kehidupan Clara. Mulai dari keharmonisan rumah tangga yang sempat retak hingga berujung pada perpisahan sementara, hingga kerugian pada nama baik dan pekerjaannya sebagai publik figur.
“Peristiwa ini sangat merugikan bagi Mbak Clara. Nama baiknya tercoreng, pekerjaannya terganggu, dan yang paling menyedihkan adalah dampak psikologis terhadap anak-anaknya. Ini bukan sekadar urusan rumah tangga biasa, tapi sudah menyangkut harkat dan martabat,” pungkas Sunan. Dengan aduan ini, pihak Clara Shinta berharap mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum yang semestinya di tengah badai skandal artis yang tengah menimpanya.