Totalitas Tanpa Batas Septian Dwi Cahyo: Dari Riset Medis hingga Adegan Kesurupan di Film Penabok
Selasa, 28 Apr 2026 20:34 WIB
Kabarmalam.com — Industri sinema tanah air kembali menjadi panggung pembuktian bagi aktor kawakan Septian Dwi Cahyo. Dikenal dengan dedikasinya yang tak pernah luntur, Septian kini terjun ke dalam kegelapan mitos Belitung melalui karakter dr. Usman dalam proyek film horor terbaru berjudul Penabok. Peran ini bukan sekadar rutinitas akting biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang menuntutnya keluar dari zona nyaman.
Menyelami Karakter dr. Usman dan Misteri Belitung
Berperan sebagai dr. Usman, Septian harus memerankan sosok dokter desa yang terjebak dalam pusaran misteri warisan keluarga yang kelam. Bagi Septian, tantangan terbesar bukan terletak pada istilah medis yang rumit, melainkan pada transformasi psikologis saat karakternya harus berhadapan langsung dengan entitas supranatural. Salah satu adegan yang paling menguras energi dan emosi adalah saat ia harus melakoni adegan kesurupan.
“Ada satu adegan yang sangat saya sukai, yakni saat dr. Usman kemasukan arwah Penabok. Di situlah letak tantangannya, bagaimana saya bisa memvisualisasikan kengerian tersebut melalui tubuh saya sendiri agar penonton benar-benar merasakan terornya,” ungkap Septian saat berbincang hangat dengan tim media di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Riset Mendalam Antara Klinik Desa dan Kota
Demi menghidupkan jiwa seorang tenaga medis yang otentik, Septian melakukan riset lapangan yang serius. Ia tidak hanya membaca skenario, tetapi juga melakukan observasi langsung dengan mengamati perilaku para dokter di klinik-klinik daerah terpencil. Ia membandingkan dinamika kerja dan gerak-gerik mereka dengan dokter yang berpraktik di rumah sakit metropolitan untuk mendapatkan kontras yang nyata bagi karakter dr. Usman.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa sosok dr. Usman tidak hanya terasa seperti karakter fiktif, tetapi seperti manusia nyata yang menjadi saksi bisu atas urban legend Penabok yang melegenda di tanah Belitung.
Kebanggaan atas Diversitas Horor Indonesia
Terkait kemunculan sosok Penabok yang digambarkan sebagai hantu tanpa kepala, Septian mengaku sangat antusias. Menurutnya, perfilman Indonesia kini semakin berani mengeksplorasi kekayaan mitologi lokal yang beragam. Ia menyambut baik tren di mana sosok hantu tidak lagi terbatas pada kuntilanak atau pocong saja.
“Saya bangga karena keragaman horor kita luar biasa. Sekarang ada Penabok, ikon baru yang unik. Harapan saya, kekayaan budaya lokal seperti ini bisa terus diangkat dan bahkan dikenal secara global,” tambahnya dengan nada optimis.
Harapan untuk Kembali ke Jalur Komedi
Meski saat ini ia tengah sibuk membangun atmosfer mencekam dan mengeksplorasi sisi gelap manusia, Septian Dwi Cahyo tidak memungkiri keinginannya untuk kembali menghibur masyarakat dalam suasana yang lebih ringan. Di balik keseriusannya mendalami peran dr. Usman, terselip keinginan untuk kembali menyentuh genre komedi di masa mendatang.
“Kalau ditanya harapan ke depan, saya ingin sekali mencoba proyek komedi lagi. Rasanya rindu juga tertawa lepas di depan kamera,” tutupnya sembari melempar tawa khas yang mencairkan suasana.