Setia pada Novel, Film ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’ Janjikan Visualisasi Emosional bagi Penggemar
Sabtu, 11 Apr 2026 22:38 WIB
Kabarmalam.com — Adaptasi layar lebar dari novel best seller karya Brian Khrisna, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, kini memasuki fase produksi yang sangat dinantikan. Menyadari bahwa karya aslinya telah dicetak lebih dari 100 kali dan memiliki basis penggemar yang militan, Sinergi Pictures memilih langkah hati-hati untuk menjaga kemurnian cerita demi memenuhi ekspektasi tinggi para pembaca.
Komitmen Sinergi Pictures Terhadap Orisinalitas
Philip Lesmana, selaku produser, menegaskan bahwa pihaknya enggan merombak struktur narasi hanya demi kepentingan visual semata. Baginya, novel ini bukan sekadar naskah, melainkan sebuah karya yang sudah memiliki tempat spesial di hati ratusan ribu orang. “Kami punya tantangan besar untuk menghidupkan kisah Ale sesuai imajinasi pembaca. Tanggung jawab kami adalah memastikan esensi yang dicintai dari novelnya tetap utuh meski berpindah medium,” ujar Philip dalam keterangan resminya pada Sabtu (11/4/2026).
Selain menjaga gaya penulisan puitis khas Brian Khrisna, proses di balik layar digarap dengan ketelitian tinggi. Philip menggandeng sutradara Kuntz Agus dan sineas kenamaan Nia Dinata yang bertindak sebagai produser sekaligus konsultan skenario. Sinergi ini dibangun untuk memastikan setiap elemen, mulai dari naskah hingga pemilihan pemeran, tetap selaras dengan visi awal sang penulis novel.
Sebuah Perjalanan Mencari Makna di Balik Semangkuk Mie
Plot film ini berfokus pada tokoh bernama Ale, seorang pria yang sedang berada di titik terendah hidupnya. Dalam keputusasaan, ia hanya menginginkan satu hal: menyantap seporsi mie ayam sebagai permintaan terakhir. Namun, siapa sangka penutupan sebuah warung justru membawanya pada rangkaian pertemuan tak terduga yang perlahan mulai memulihkan sisa-sisa harapannya.
Proyek film terbaru ini akan diperkuat oleh jajaran aktor lintas genre yang menjanjikan performa luar biasa. Mulai dari Chicco Kurniawan sebagai pemeran utama, didampingi oleh Tika Panggabean, Benidictus Siregar, hingga Nita Gunawan. Kombinasi talenta ini diharapkan mampu menghidupkan dinamika cerita yang penuh haru sekaligus menyentuh.
“Melihat dedikasi tim yang terlibat, saya optimis dengan hasilnya nanti. Ini adalah proyek yang dikerjakan dengan sepenuh hati, dan kami berharap karya ini bisa diterima hangat oleh masyarakat luas saat tayang nanti,” pungkas Philip penuh harap.