Kisah Inspiratif Syahriyadi, Mantan Penjaga Kedai yang Kini Getarkan Panggung Musik Lewat Lagu Banjar
Selasa, 21 Apr 2026 14:35 WIB
Kabarmalam.com — Garis takdir seseorang memang rahasia Tuhan yang paling manis jika sudah tiba waktunya. Hal inilah yang dirasakan oleh Syahriyadi, seorang pemuda asal Barabai, Kalimantan Selatan, yang kini tengah menikmati puncak popularitasnya. Dari sosok yang tadinya berdiri di balik etalase makanan cepat saji, kini namanya menggema di seantero negeri berkat lantunan lagu berbahasa Banjar yang fenomenal.
Siapa yang menyangka bahwa potongan lirik ‘P P Apa’ dari lagu berjudul Gadis Manis Kalimantan mampu menyihir jutaan pengguna media sosial? Fenomena ini bukan isapan jempol belaka. Sederet selebritas papan atas mulai dari Fuji, Ria Ricis, hingga Luna Maya tak ragu ikut bergoyang mengikuti irama ceria yang dibawakan oleh pria kelahiran tahun 2000 ini di TikTok viral.
Perjalanan dari Pelayan Menjadi Bintang
Jauh sebelum lampu sorot kamera mengarah padanya, Syahriyadi menjalani keseharian yang sangat sederhana. Ia adalah seorang pekerja gigih yang menjaga gerai makanan cepat saji. Titik balik dalam hidupnya dimulai pada tahun 2021. Saat itu, dengan modal keberanian dan suara merdunya, ia mencoba mengunggah video cover lagu ‘Pecah Seribu’ milik sang legenda Elvi Sukaesih.
“Waktu itu saya masih bekerja sebagai penjaga makanan. Iseng saja meng-cover lagu Bunda Elvi, ternyata respons netizen sangat luar biasa dan langsung viral,” kenang Syahriyadi dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima redaksi kami pada Selasa (21/4/2026). Bakat alaminya itu kemudian tercium oleh para produser di industri musik Jawa Timur. Kolaborasi yang ia bangun meledak dengan total belasan juta penonton, membuka pintu baginya untuk tampil di berbagai stasiun televisi nasional.
Membawa Identitas Banjar ke Kancah Nasional
Syahriyadi bukan tipe musisi yang hanya mengandalkan satu kali keberuntungan. Meskipun sempat mengalami kegagalan di sebuah ajang pencarian bakat tahun lalu, ia tak lantas menyerah. Kegagalan tersebut justru ia jadikan bahan bakar untuk merilis karya-karya orisinal seperti ‘Bila Tak Mau Disakiti Jangan Menyakiti’ dan ‘Bertahan Sakit, Pergi Sulit’.
Namun, cintanya pada tanah kelahiran di Kalimantan Selatan tetap menjadi fondasi utamanya dalam berkarya. Lagu berbahasa Banjar bertajuk ‘Kada Pacang Lagi’ sukses mencuri perhatian pasar. Puncaknya, lagu ‘Gadis Manis Kalimantan’ karya Tegar CS membawanya ke level popularitas yang lebih tinggi di tahun 2026 ini.
“Rasanya luar biasa senang melihat banyak artis Ibu Kota menggunakan lagu saya sebagai backsound konten mereka. Ini adalah pencapaian yang sangat saya syukuri,” tuturnya dengan rendah hati.
Meski kini sering berinteraksi dengan para pesohor di Jakarta, Syahriyadi tetaplah pemuda Barabai yang rendah hati. Ia memiliki visi besar untuk terus memperkenalkan lagu Banjar agar bisa bersaing di panggung musik nasional maupun internasional. Baginya, musik adalah cara terbaik untuk melestarikan identitas daerah di tengah gempuran tren modern.