Dikhianati Orang Kepercayaan, Fuji Bongkar Rincian Kerugian Miliaran Rupiah Akibat Penggelapan Eks Admin
Rabu, 27 Mei 2026 05:34 WIB
Kabarmalam.com — Tabir gelap yang menyelimuti kasus dugaan kasus penggelapan yang menimpa selebgram populer, Fujianti Utami Putri atau yang akrab disapa Fuji, kini mulai tersingkap. Setelah melalui proses hukum yang cukup panjang, mantan admin media sosialnya kini resmi ditetapkan sebagai tersangka. Namun, di balik status hukum tersebut, Fuji membeberkan fakta pahit mengenai besarnya kerugian yang ia telan selama ini.
Fuji mengungkapkan bahwa dampak dari tindakan mantan karyawannya tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Selain kehilangan pendapatan dari hasil kerja sama dengan berbagai brand ternama, ia juga harus merelakan sejumlah aset berharga miliknya raib. Dalam sebuah pertemuan di Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa (26/5/2026), adik mendiang Bibi Ardiansyah ini secara terbuka membedah akumulasi dana yang tidak pernah sampai ke kantongnya.
Kerugian Finansial yang Fantastis
Saat ditanya mengenai nominal pasti dari kerugian finansial yang dialaminya, Fuji memberikan jawaban yang mengejutkan. Meski tidak mencapai angka puluhan miliar, total dana yang diduga digelapkan menyentuh angka yang sangat signifikan bagi seorang konten kreator. “Nggak sampai m-m-an (miliaran banyak) banget sih, tapi sekitar satu miliar rupiah lah,” ungkap Fuji dengan nada kecewa.
Dana tersebut merupakan akumulasi dari berbagai kontrak iklan dan kolaborasi brand yang selama ini dikelola oleh sang mantan admin. Bukannya disetorkan ke manajemen, uang tersebut diduga masuk ke kantong pribadi tersangka selama masa kerjanya yang berlangsung sekitar satu setengah tahun.
Kehilangan Aset dan Upaya Penghilangan Jejak
Tak berhenti pada uang tunai, selebgram berusia 23 tahun ini juga harus kehilangan perangkat kerja penting, termasuk laptop yang biasa digunakan untuk operasional harian. Fuji pun tak mampu menyembunyikan kegeramannya atas perilaku mantan orang kepercayaannya itu. Ia bahkan sempat melontarkan pesan menohok agar sang tersangka segera menyadari kesalahannya.
“Tobat-tobat sajalah ya, tobat dari segala penyimpangan dan makan uang orang, hingga bawa lari laptop. Jangan diulangi lagi, sudah cukup semuanya sampai di sini,” tegas Fuji. Selain penggelapan fisik, tersangka juga diduga melakukan sabotase digital dengan menghapus ribuan riwayat pesan singkat (chat) dengan klien. Hal ini disinyalir sebagai upaya licik untuk menghilangkan jejak kejahatan dan menyulitkan proses audit internal manajemen Fuji.
Luka Hati Lebih Dalam dari Harta
Bagi Fuji, rasa sakit hati akibat pengkhianatan ini jauh lebih menyesakkan dibanding kehilangan materi. Ia merasa kepercayaan yang telah ia bangun selama satu setengah tahun dihancurkan begitu saja dengan cara yang dianggapnya tidak manusiawi. Melihat sosok tersangka secara langsung di kantor polisi pun belum cukup untuk mendinginkan amarahnya.
“Harusnya saya merasa lega karena statusnya sudah jadi tersangka mulai hari ini. Tapi jujur, saat melihat dia tadi, rasanya masih sangat kesal. Seperti belum bisa ikhlas sepenuhnya. Ini bukan cuma soal uangnya, tapi soal bagaimana dia memperlakukan saya setelah semua kepercayaan yang saya berikan,” pungkasnya menutup pembicaraan.
Saat ini, kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan lebih lanjut di Polres Metro Jakarta Selatan. Dengan bukti-bukti yang telah dinyatakan lengkap oleh penyidik, proses hukum kini terus berjalan untuk memberikan keadilan bagi Fuji atas tindakan penggelapan yang dilakukan mantan karyawannya tersebut.