Menolak Terpuruk, Jessica Iskandar Kisahkan Perjuangan Bangkit dari Titik Tergelap Hidupnya
Sabtu, 18 Apr 2026 19:08 WIB
Kabarmalam.com — Di balik gemerlap lampu sorot dan senyum ceria yang kerap ia tampilkan di layar kaca, Jessica Iskandar ternyata menyimpan narasi kehidupan yang jauh dari kata sempurna. Sosok yang akrab disapa Jedar ini baru saja membuka tabir mengenai masa-masa terkelamnya, sebuah fase di mana ia merasa benar-benar kehilangan arah dan dihantam oleh badai mental breakdown yang hebat.
Dalam sebuah acara bertajuk SOS: Strength of Sensitivity yang digelar di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jessica secara terbuka mengakui bahwa ia pernah berada di titik nadir yang sangat menguras emosi. “Dalam momen paling sensitif, saya pernah ada di titik terendah, paling gelap, kehilangan arah dan kehilangan diri sendiri,” ungkapnya dengan penuh kejujuran. Kisahnya ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan hidup yang kian berat.
Bagi ibu tiga anak ini, tantangan terbesar bukanlah sekadar masalah yang datang bertubi-tubi, melainkan persepsi publik yang sering kali terasa menyesakkan. Jedar mengenang bagaimana bisikan-bisikan negatif dan komentar orang lain membuatnya merasa terhakimi, bahkan sebelum ia memiliki kesempatan untuk memaafkan dirinya sendiri. Sebagaimana diketahui publik, perjalanan hidup Jessica Iskandar memang penuh dengan cobaan berat, mulai dari perceraian, rencana pernikahan yang kandas, hingga kasus penipuan bernilai miliaran rupiah yang sempat mengguncang kestabilan batinnya.
Namun, Jessica menekankan bahwa proses untuk bangkit bukanlah sesuatu yang bisa terjadi dalam semalam. Tidak ada tombol instan untuk menjadi kuat kembali. “Hidup benar-benar pernah menghancurkan kita. Tapi bukan berarti kita bisa langsung kuat. Bangkit itu pelan-pelan, sambil menangis dan mengadu kepada Tuhan,” tuturnya penuh haru. Baginya, penyembuhan luka batin atau proses healing dimulai dengan keberanian untuk menerima rasa sakit tersebut, bukan justru menutup-nutupinya demi terlihat sempurna di depan kamera.
Langkah Menuju Pemulihan: Doa dan Keterbukaan
Salah satu kunci utama yang membawa Jedar keluar dari fase gelap tersebut adalah aspek spiritual dan keberanian untuk berbagi beban. Ia membagikan kiat sederhana namun krusial bagi siapa saja yang mungkin tengah berjuang dengan masalah serupa. Langkah pertama yang ia ambil adalah memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta melalui jalur doa. Langkah kedua adalah mencari lingkungan yang mendukung atau safe space untuk bercerita.
“Ketika kita memiliki masalah sebesar ini namun kita bersedia membagikannya kepada orang yang tepat, lama-lama beban tersebut akan terasa lebih ringan dan akhirnya memudar,” tambah Jedar. Hal ini membuktikan bahwa keterbukaan emosional adalah bagian dari gaya hidup berkualitas yang harus diprioritaskan.
Menanggapi curahan hati Jessica, psikolog Indah Sundari Jayanti, M.Psi, memberikan apresiasi profesionalnya. Ia menilai bahwa sikap Jessica yang merangkul sisi sensitifnya sebagai perempuan adalah langkah yang sangat cerdas. Menurut Indah, sensitivitas bukanlah sebuah kelemahan, melainkan kekuatan tersembunyi yang memungkinkan seseorang untuk memahami diri sendiri secara lebih mendalam dan bangkit menjadi pribadi yang jauh lebih tangguh dari sebelumnya.
Dengan membagikan pengalamannya ini, Jessica Iskandar berharap dapat memberikan inspirasi bagi banyak orang yang sedang berjuang di titik terendah agar tidak menyerah. Ia membuktikan bahwa luka masa lalu tidak mendefinisikan siapa kita di masa depan, dan setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua untuk bahagia.