Konflik Hak Asuh Anak Memanas, Komnas Anak Siapkan Mediasi Khusus untuk Clara Shinta dan Mantan Suami
Jumat, 17 Apr 2026 21:34 WIB
Kabarmalam.com — Prahara komunikasi antara selebgram ternama Clara Shinta dengan mantan suaminya, Denny Goestaf, terkait akses pengasuhan buah hati mereka kini memasuki babak baru yang lebih serius. Komnas Perlindungan Anak (Komnas Anak) secara resmi mengambil langkah persuasif dengan mengagendakan mediasi antara kedua belah pihak demi mencari titik temu terbaik bagi masa depan sang anak.
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, menegaskan bahwa upaya mediasi ini merupakan langkah krusial untuk menyinkronkan keterangan yang saling bertolak belakang. Sebelumnya, Denny Goestaf telah melayangkan laporan resmi yang mengeluhkan sulitnya akses untuk menemui sang anak.
Sinkronisasi Keterangan dan Agenda Konfrontasi
“Kemungkinan besar akan kami laksanakan minggu depan. Agenda utamanya adalah konfrontir untuk meluruskan poin-poin yang selama ini tersumbat. Kami tentu berharap mediasi ini bisa berjalan lancar dan membuahkan solusi,” ujar Agustinus Sirait saat memberikan keterangan di kantornya, kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026).
Kehadiran Clara Shinta di kantor Komnas Anak beberapa waktu lalu dinilai sebagai bentuk sikap kooperatif. Selebgram tersebut hadir untuk memberikan klarifikasi mendalam atas aduan yang diajukan oleh mantan suaminya sekitar satu pekan yang lalu. Dalam laporannya, Denny merasa dirinya sengaja dijauhkan dari perkembangan sang buah hati melalui pemutusan akses komunikasi secara sepihak.
Ego Orang Tua vs Kepentingan Anak
Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan oleh pihak Komnas Perlindungan Anak, hubungan antara Clara dan Denny sebenarnya sempat berjalan harmonis di fase awal perceraian mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, benturan ego mulai muncul dan mencuat ke permukaan, sehingga komunikasi yang semula baik menjadi terputus.
“Ada ganjalan komunikasi yang menyebabkan kedua belah pihak merasa terganggu pada poin-poin tertentu. Tugas kami di sini adalah memastikan agar anak tidak dijadikan sebagai ‘senjata’ atau alat tawar dalam perselisihan orang dewasa,” tambah Agustinus secara tegas.
Latar Belakang Perselisihan dan Hak Asuh
Akar permasalahan ini mencuat ke publik ketika Denny Goestaf secara terbuka mengaku kesulitan menjalankan perannya sebagai ayah kandung. Di sisi lain, pihak Clara Shinta juga memiliki alasan kuat yang mendasari sikapnya. Melalui beberapa kesempatan, ia sempat menyinggung soal luka batin akibat trauma perselingkuhan masa lalu, serta absennya tanggung jawab nafkah dari sang mantan suami sejak anak mereka masih kecil.
Meskipun secara hukum hak asuh anak saat ini berada sepenuhnya di tangan Clara Shinta, Komnas Anak berharap aspek kemanusiaan dan hubungan biologis antara ayah dan anak tetap mendapatkan porsi yang adil tanpa mengesampingkan kenyamanan dan perlindungan bagi sang anak itu sendiri. Mediasi minggu depan diharapkan mampu mengurai benang kusut perselisihan ini demi kepentingan terbaik sang buah hati.