Pelarian Berakhir di Mesir? Kasus Dugaan Pelecehan Seksual SAM Kini Memasuki Babak Baru
Kamis, 16 Apr 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Tabir gelap yang menyelimuti sosok pendakwah kondang berinisial SAM kini semakin tersingkap lebar. Kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang melibatkan sang mantan juri ajang pencarian bakat religi tersebut kini telah resmi naik ke tahap penyidikan. Seiring dengan peningkatan status hukum ini, publik kini menyoroti keberadaan SAM yang terdeteksi tengah berada di Mesir.
Langkah Berani Korban Menuntut Keadilan
Laporan yang dilayangkan oleh lima orang korban ini bukanlah perkara baru, namun keseriusan pihak kepolisian mulai terlihat sejak 28 Januari 2026 saat kasus ini ditingkatkan statusnya. Meskipun bukti-bukti mulai menguat, proses hukum sedikit tersendat lantaran SAM hingga kini belum juga menunjukkan batang hidungnya di hadapan penyidik Bareskrim Polri.
Gerah dengan ketidakpastian tersebut, tim kuasa hukum korban mengambil langkah taktis dengan menyambangi Komisi III DPR RI. Mereka mendesak otoritas terkait untuk segera menetapkan SAM sebagai tersangka dan melakukan upaya penjemputan paksa jika diperlukan. Ahmad Cholidin, selaku kuasa hukum korban, menegaskan pentingnya keterlibatan institusi internasional dalam menangani pelarian ini.
Desakan Pelibatan Interpol
“Kami menaruh harapan besar agar penyidik bisa segera menjalin koordinasi dengan pihak Interpol. Jika memang posisi terduga pelaku valid berada di Mesir, maka langkah ekstradisi atau penarikan kembali ke Indonesia harus segera dilakukan. Beliau harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” ujar Ahmad Cholidin saat memberikan keterangan pers di bilangan Antasari, Jakarta Selatan.
Pihak pengacara mengklaim bahwa seluruh instrumen pembuktian, mulai dari keterangan saksi hingga dokumen pendukung, sudah lebih dari cukup untuk menjerat sang pendakwah. Validitas informasi ini pun disebut telah diserahkan sepenuhnya kepada tim penyidik agar tidak ada celah bagi pelaku untuk menghindar dari jerat hukum.
Modus Beasiswa dan Rekam Jejak Kelam
Dibalik sorotan kamera dan citra alimnya, terungkap modus operandi yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan kronologi yang dihimpun, SAM diduga menjerat para santrinya dengan iming-iming manis berupa beasiswa pendidikan ke luar negeri. Para korban yang bercita-cita melanjutkan studi ke Timur Tengah justru berakhir menjadi sasaran tindakan menyimpang.
Fakta mengejutkan lainnya menyebutkan bahwa perilaku ini disinyalir telah berlangsung sejak tahun 2017. Berikut adalah beberapa poin krusial dalam perjalanan kasus ini:
- Tahun 2017: Dugaan aksi pelecehan pertama kali dimulai terhadap sejumlah santri.
- Tahun 2021: Skandal sempat tercium secara internal. SAM dikabarkan sempat mengakui kesalahannya dan meminta maaf, namun masalah ini diselesaikan secara tertutup.
- Akhir 2025: Bukannya jera, perilaku menyimpang tersebut justru kembali terulang hingga memicu kemarahan para korban.
- 28 November 2025: Para korban secara resmi melaporkan SAM ke pihak kepolisian.
Ketegasan pihak berwajib kini sangat dinantikan oleh masyarakat luas. Kasus yang melibatkan tokoh publik dan figur agama seperti pendakwah SAM ini menjadi ujian bagi integritas penegakan hukum di tanah air, sekaligus peringatan keras akan bahaya predator seksual yang bersembunyi di balik jubah religius.