Kekecewaan Zaskia Adya Mecca: Datangi Pengadilan Militer Tapi Sidang Batal Tanpa Kabar
Rabu, 08 Apr 2026 12:35 WIB
Kabarmalam.com — Langkah kaki Zaskia Adya Mecca menuju Pengadilan Militer Jakarta pada Selasa pagi itu dipenuhi harapan akan keadilan. Bersama suaminya, Hanung Bramantyo, serta korban pemukulan yang merupakan stafnya sendiri, Faisal, Zaskia bersiap memberikan kesaksian dalam kasus yang melibatkan seorang oknum TNI. Namun, apa yang mereka temui di lokasi justru jauh dari kata profesional.
Gedung pengadilan yang seharusnya menjadi tempat sakral bagi pencari keadilan tampak lengang. Suasana gelap menyelimuti ruangan-ruangan persidangan, dengan hanya beberapa tukang bangunan yang terlihat beraktivitas. Ironisnya, saat menanyakan jadwal sidang kepada petugas yang berjaga, mereka justru mendapatkan jawaban yang membingungkan.
Drama Pembatalan Sidang yang Mendadak
Zaskia menumpahkan kekesalannya melalui media sosial, menceritakan betapa kacaunya koordinasi dalam sistem persidangan tersebut. “Pagi ini aku, Hanung, dan dua saksi sampai jam 09.50 pagi atas panggilan sidang lanjutan kasus Faisal dan Kala. Kami kaget banget pas sampai sana enggak ada orang. Petugas yang ditanya malah bilang ‘Enggak ada sidang hari ini!’,” tulis Zaskia dengan nada kecewa.
Kekecewaan Zaskia bukan tanpa alasan. Untuk menghadiri sidang ini, mereka harus mengosongkan jadwal dan menempuh perjalanan yang cukup jauh. Ketidakhadiran pemberitahuan resmi mengenai pembatalan atau reschedule sidang dianggap sebagai bentuk ketidaksiapan birokrasi yang merugikan masyarakat awam.
Luka Lama dan Trauma yang Belum Pulih
Kasus ini bermula pada Oktober 2025, sebuah insiden di jalan raya yang membekas dalam ingatan keluarga Zaskia. Faisal yang kala itu tengah mengantar putri Zaskia, Kala, terlibat cekcok dengan seorang pengendara motor Vespa berhelm pink yang mengaku sebagai anggota TNI. Adu mulut tersebut berakhir dengan aksi kekerasan fisik terhadap Faisal di depan mata Kala.
Dampak dari kejadian itu tidak hanya dirasakan oleh Faisal secara fisik, namun juga memberikan trauma psikis yang mendalam bagi Kala. Bocah tersebut dilaporkan sempat histeris dan harus menjalani terapi ke psikolog karena merasa ketakutan setiap kali teringat kejadian itu atau melewati lokasi tempat kejadian perkara.
Klarifikasi Pengadilan Militer: Alasan Pelimpahan Berkas
Menanggapi keluhan yang viral tersebut, pihak Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya buka suara. Melalui juru bicaranya, mereka menjelaskan bahwa penundaan sidang terjadi karena adanya permintaan dari Oditurat Militer (Otmil) II-07 Jakarta.
Alasannya, pada hari yang sama, pihak Otmil sedang berfokus pada pelimpahan berkas perkara besar lainnya, yakni kasus penyiraman air keras dari Puspom TNI. Meski demikian, pihak pengadilan menegaskan bahwa urusan pemanggilan saksi dan koordinasi jadwal sepenuhnya merupakan kewenangan pihak Oditurat Militer.
“Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami. Kami berterima kasih atas perhatian rekan-rekan terhadap institusi kami,” ungkap pihak humas pengadilan dalam keterangannya. Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), terdakwa dalam kasus ini diketahui bernama Nico Corentha, yang telah menjalani beberapa kali persidangan sejak Maret lalu.
Zaskia Adya Mecca berharap proses hukum ini tidak lagi terhambat oleh masalah administratif sederhana. Baginya, kejelasan hukum adalah bentuk perlindungan bagi warga sipil agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.