Aksi Humanis di Pengadilan Militer: Cerita Zaskia Adya Mecca Saat Sang Buah Hati Bersaksi dalam Suasana Santai
Rabu, 15 Apr 2026 18:34 WIB
Kabarmalam.com — Ruang sidang militer yang biasanya identik dengan suasana kaku dan penuh kedisiplinan mendadak terasa jauh lebih hangat. Hal ini terjadi saat putri dari pasangan selebritas Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo, KM, hadir untuk memberikan kesaksian di Pengadilan Militer II-08, Cakung, Jakarta Timur, pada Rabu (15/4/2026).
Pendekatan Persuasif dan Ramah Anak
Kehadiran KM di meja hijau bertujuan untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan penganiayaan yang menimpa salah satu karyawan keluarganya oleh oknum TNI. Kejadian pilu tersebut berlangsung saat sang karyawan tengah mengantar KM ke sekolah. Meski membawa beban sebagai saksi, KM justru keluar dari ruang sidang dengan raut wajah yang tenang.
Zaskia Adya Mecca sendiri tak mampu menyembunyikan rasa takjubnya. Ia mengaku sempat merasa khawatir akan atmosfer persidangan yang mencekam bagi anak berusia 12 tahun. Namun, kenyataan di lapangan justru sebaliknya. Hakim militer yang bertugas menunjukkan sisi humanis yang luar biasa.
“Sejujurnya aku sangat terkejut sekaligus lega. Ini adalah pengalaman sidang keduaku, dan awalnya aku membayangkan suasana yang sangat formal serta tegang. Namun, pihak penyidik dan hakim benar-benar membuktikan janji mereka untuk menerapkan prosedur yang ramah anak,” ungkap Zaskia dengan nada penuh syukur.
Batik Menggantikan Seragam Militer
Salah satu detail yang menarik perhatian adalah keputusan para hakim untuk menanggalkan seragam dinas militer mereka. Sebagai gantinya, mereka mengenakan kemeja batik guna menciptakan kesan yang lebih kasual dan tidak mengintimidasi saksi di bawah umur.
“Semuanya memakai batik. Tidak ada kesan seram sama sekali,” tambah Zaskia. Pendekatan ini dirasa sangat efektif dalam menjaga kondisi psikologis sang anak agar tetap stabil saat menceritakan kronologi kejadian.
Dialog Hangat Seputar Hobi
Tak hanya soal pakaian, interaksi di dalam ruang sidang pengadilan pun dirancang sedemikian rupa agar mengalir secara natural. Zaskia menceritakan bagaimana hakim mencoba mencairkan suasana dengan menanyakan hobi KM, salah satunya mengenai kecintaannya pada dunia sepak bola.
“Karena mereka tahu KM suka bola, pertanyaannya jadi melebar ke arah klub favorit dan hobi olahraga. Bahkan, Pak Hakim sempat bercerita kalau beliau punya anak yang usianya sebaya dan punya minat yang mirip. Rasanya sangat personal dan nyaman, sehingga KM bisa menjelaskan semuanya tanpa rasa tertekan,” jelasnya panjang lebar.
Prosedur Hukum yang Tetap Terjaga
Meski dikemas dalam suasana santai, aspek hukum tetap dijalankan sesuai koridor yang berlaku. Juru Bicara Pengadilan Militer, Mayor Laut Arin Fauzan, menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap saksi anak memang wajib dilakukan secara tertutup.
- Sidang Tertutup: Hanya pihak-pihak berkepentingan yang diizinkan berada di dalam ruangan karena saksi masih di bawah umur.
- Batas Usia: Sesuai aturan, sidang baru bisa dibuka untuk umum jika saksi telah berusia di atas 18 tahun.
- Pengambilan Sumpah: Dalam kasus ini, KM tidak diambil sumpahnya secara formal karena ketentuan hukum mensyaratkan usia dewasa untuk prosedur tersebut.
Melalui pendekatan ini, Zaskia Adya Mecca berharap proses hukum dapat berjalan dengan adil tanpa memberikan trauma tambahan bagi putrinya. Kasus ini kini terus bergulir di Pengadilan Militer dengan harapan keadilan dapat ditegakkan bagi korban penganiayaan tersebut.