Strategi “Ulur Waktu” Richard Lee? Doktif Sentil Manuver Pergantian Pengacara di Kasus Pencemaran Nama Baik
Jumat, 10 Apr 2026 15:35 WIB
Kabarmalam.com — Pusaran kasus hukum yang menjerat dokter kecantikan ternama, Richard Lee, kini memasuki babak baru yang penuh drama. Perseteruannya dengan sosok yang dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif) kian memanas setelah proses penyidikan dilaporkan kembali tersendat akibat manuver yang dianggap sebagai upaya penguluran waktu.
Kasus yang berawal dari dugaan pencemaran nama baik ini sebenarnya telah naik ke tahap penyidikan. Namun, jadwal pemeriksaan yang seharusnya berlangsung di Polres Jakarta Selatan terpaksa ditunda secara mendadak. Alasan di balik penundaan tersebut adalah strategi pergantian tim kuasa hukum yang dilakukan oleh pihak Richard Lee tepat di tengah berjalannya proses hukum yang krusial.
Doktif: “Kalau Bisa Dipersulit, Kenapa Harus Dipermudah?”
Samira Farahnaz, sosok perempuan di balik identitas Dokter Detektif, tak mampu menyembunyikan rasa herannya saat menyambangi Polda Metro Jaya pada Jumat (10/4/2026). Baginya, alasan pergantian pengacara di tengah jalan terasa seperti pola lama yang sengaja dimainkan untuk menghambat jalannya keadilan.
“Seharusnya hari ini ada jadwal pemeriksaan terhadap saudara tersangka Richard Lee oleh penyidik Polres Jakarta Selatan. Namun, ternyata ada perubahan tim lawyer. Dia tidak ingin memberikan pernyataan kembali karena alasan pengacaranya berganti,” ungkap Doktif kepada awak media dengan nada kecewa.
Doktif menilai tindakan ini bukanlah hal yang mengejutkan. Ia bahkan menyebut karakter sang dokter kecantikan memang cenderung menyukai strategi penundaan pemeriksaan. “Doktif sudah hafal karakternya. Memang tipikalnya begitu; kalau bisa ditunda atau dipersulit, kenapa harus dipermudah? Itu sudah menjadi ciri khasnya sejak awal kasus ini bergulir,” tegasnya menyentil perilaku sang tersangka.
Optimisme di Tengah Hambatan Hukum
Meski dihadapkan pada berbagai hambatan teknis dan administratif, Doktif tetap menaruh keyakinan penuh bahwa hukum akan menemukan jalannya. Ia merujuk pada rekam jejak Richard Lee dalam kasus-kasus sebelumnya yang juga sempat diwarnai drama serupa namun tetap berakhir pada tindakan tegas aparat penegak hukum.
“Toh ujung-ujungnya juga kena kan? Seperti yang dulu, dia tidak ditahan dan selalu mangkir, tapi akhirnya tidak bisa lepas juga dan berujung pada penahanan,” tambah Doktif mengingatkan publik akan preseden yang pernah terjadi.
Saat ini, laporan yang dilayangkan oleh pihak Doktif dikabarkan tengah berada dalam pengawasan dan pemeriksaan mendalam oleh tim Kejaksaan. Publik pun kini menantikan langkah tegas selanjutnya dari penyidik untuk memastikan apakah proses hukum ini akan berjalan tanpa kendala lebih lanjut atau justru melahirkan babak baru dalam perseteruan dua figur publik di bidang kecantikan ini.