Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kisah Luar Biasa Rama Abhipraya, Bocah 7 Tahun Peraih Rekor MURI dengan Segudang Prestasi Multidisiplin

Darman | kabarmalam.com
Jumat, 10 Apr 2026 09:35 WIB
Kisah Luar Biasa Rama Abhipraya, Bocah 7 Tahun Peraih Rekor MURI dengan Segudang Prestasi Multidisiplin

Kabarmalam.com — Jarang sekali kita menemui sosok yang mampu menguasai berbagai bidang sekaligus di usia yang sangat belia. Namun, Parama Hansa Abhipraya, atau yang akrab disapa Rama, membuktikan bahwa batasan usia bukanlah penghalang untuk bersinar. Bocah berusia 7 tahun asal Bojonegoro ini baru saja mengukir sejarah dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Pada Rabu (8/4/2026), Rama resmi dianugerahi rekor MURI dalam kategori “Anak Usia Dini dengan Prestasi Lintas Disiplin Terbanyak”. Penghargaan ini bukan tanpa alasan; dalam kurun waktu hanya empat tahun, Rama telah mengumpulkan berbagai trofi dan medali dari empat domain yang berbeda: matematika, olahraga, literasi, dan seni budaya. Pencapaian ini menjadikannya salah satu bocah jenius yang patut diperhitungkan di tanah air.

Baca Juga  Guncang Panggung Bangkok, Model Cilik Annisa Dalimunthe Harumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional

Dominasi Akademik dan Ketangkasan Strategi

Di bangku sekolah, Rama menunjukkan taji yang luar biasa dalam bidang eksakta. Ia tercatat sering menjuarai berbagai ajang olimpiade matematika, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu pencapaian prestisiusnya adalah gelar World Star Champion dalam ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) tahun 2025 silam.

Tak berhenti di sana, Rama juga memiliki ketajaman berpikir dalam olahraga otak. Ia merupakan atlet catur cilik yang disegani. Beberapa prestasi menterengnya antara lain meraih predikat Best KU-7 Tournament Catur DK Jakarta tingkat nasional serta menduduki posisi Fourth Place dalam Kuala Lumpur Chess Championship.

Sentuhan Seni dan Pelestarian Budaya

Selain cerdas secara logika, Rama juga memiliki kepekaan rasa yang tinggi melalui seni musik. Jemarinya lincah menari di atas tuts piano, membawanya meraih berbagai penghargaan bergengsi. Salah satu yang paling berkesan adalah raihan 2nd Silver Trophy pada ajang Piano Golden Lion Singapore 2026 yang berlangsung awal Februari lalu.

Baca Juga  Sentuhan Emas Winnie Aoki: Jaket Rancangan Desainer Indonesia Curi Perhatian di Premiere Film Michael Jackson

Menariknya, kecintaan Rama terhadap seni budaya tidak hanya berhenti pada musik modern. Ia juga mendalami dunia pedalangan dan aktif menulis buku. Dedikasinya terhadap budaya lokal inilah yang membuat pendiri MURI, Jaya Suprana, bersama Direktur Utama MURI, Aylawati Sarwono, merasa bangga menobatkan Rama sebagai pemegang rekor dunia tersebut.

“Rekor ini bukan sekadar angka, tetapi simbol bahwa potensi anak Indonesia sangat luar biasa apabila dikembangkan secara seimbang dan multidisiplin,” ungkap Jaya Suprana dalam keterangan resminya.

Dukungan Keluarga sebagai Kunci Utama

Dhaniar Aji, ayah dari Rama, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap dukungan MURI bagi putranya. Menurutnya, keberhasilan Rama adalah hasil dari kerja keras, keberanian mengambil kesempatan, dan lingkungan yang mendukung untuk terus berkembang.

Baca Juga  Dedikasi Tanpa Batas Aldi Taher: Berjuang Lewat Bisnis Burger Demi Kesembuhan Sang Ibu

“Terima kasih atas apresiasi MURI terhadap prestasi putra kami. Semoga ini bisa memotivasi Rama mencapai prestasi dan cita-citanya, serta menumbuhkan semangat bagi anak-anak yang lain,” ujar Aji. Ia berharap kisah Rama dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang tua untuk memberikan ruang bagi anak-anak mereka dalam mengeksplorasi minat dan bakat secara maksimal.

Kisah Parama Hansa Abhipraya mengingatkan kita semua bahwa dengan ketekunan dan bimbingan yang tepat, setiap anak memiliki peluang untuk mencapai prestasi anak yang luar biasa, melampaui ekspektasi yang pernah ada.

Tentang Penulis
Darman
Darman