Ikuti Kami
kabarmalam.com

Pesan Penting Wamendagri: IKAPTK Harus Jadi Kompas Moral dan Pilar Ketahanan Nasional

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 27 Jun 2026 18:34 WIB
Pesan Penting Wamendagri: IKAPTK Harus Jadi Kompas Moral dan Pilar Ketahanan Nasional

Kabarmalam.com — Di tengah pusaran ketidakpastian global yang kian dinamis, integritas birokrasi menjadi fondasi krusial bagi stabilitas sebuah negara. Hal inilah yang ditegaskan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, saat memberikan arahan dalam Kongres Nasional Luar Biasa (Konaslub) IKAPTK Tahun 2026. Bertempat di Balairung Rudini, Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Wiyagus menitipkan harapan besar agar Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) mampu bertransformasi menjadi kekuatan moral sekaligus penopang utama ketahanan nasional.

Menurut Wiyagus, soliditas para alumni kepamongprajaan adalah modal sosial yang tidak ternilai harganya. Di bawah bayang-bayang rivalitas geopolitik dan gangguan rantai pasok global, Indonesia membutuhkan tata kelola pemerintahan yang tidak hanya efisien, tetapi juga tangguh. Ia menekankan bahwa kekuatan sejati sebuah bangsa justru lahir dari dalam, yakni melalui kekokohan sistem tata kelola pemerintahan dalam negerinya sendiri.

Baca Juga  Wamendagri Bima Arya Dorong Transformasi Data Lewat SAPA UMKM: Solusi Kongkret Perkuat Ekosistem Usaha Daerah

Simpul Strategis dan Penjaga Integritas

Wiyagus memandang IKAPTK bukan sekadar organisasi wadah berkumpulnya para alumni. Lebih jauh, organisasi ini merupakan jaringan strategis yang menghimpun para praktisi pemerintahan dari berbagai lini, mulai dari pelosok desa hingga pusat kekuasaan. Namun, ia mengingatkan bahwa kekuatan jaringan ini hanya akan bermakna jika disatukan oleh komitmen moral dan profesionalisme yang tinggi.

“Satu orang pamong praja yang menyimpang dari nilai-nilai integritas dapat memberikan dampak domino yang merusak citra korps alumni IPDN secara keseluruhan,” ujar Wiyagus dengan nada tegas. Oleh karena itu, ia mendorong setiap anggota untuk tetap konsisten menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan menjadi motor penggerak dalam agenda reformasi birokrasi serta transformasi digital pemerintahan.

Baca Juga  Berang Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi, Jusuf Kalla Resmi Seret Rismon Sianipar ke Jalur Hukum

Tiga Mandat Utama Mendagri

Dalam kesempatan tersebut, Wamendagri juga menyampaikan tiga pesan khusus dari Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, untuk seluruh peserta kongres:

  • Menjaga Persatuan: Perbedaan pilihan dalam pemilihan ketua umum adalah hal yang lumrah dalam demokrasi organisasi. Namun, persaudaraan antar-alumni tidak boleh retak hanya karena urusan suksesi.
  • Relevansi Program Kerja: Program yang dirancang harus mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pemerintahan daerah.
  • Keteladanan Loyalitas: Alumni kepamongprajaan wajib menjadi teladan dalam pengabdian kepada negara, memberikan pelayanan publik yang prima, serta menjadi perekat persatuan bangsa.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi kementerian dan lembaga, di antaranya Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir, Rektor IPDN Halilul Khairi, serta Plt Ketum DPN IKAPTK Azharisman Rozie. Momentum Konaslub 2026 ini diharapkan menjadi titik balik bagi IKAPTK untuk memperbarui komitmen pengabdian dan meningkatkan kompetensi agar para alumninya siap bersaing di kancah perubahan global yang kian kompetitif.

Baca Juga  Strategi Tito Karnavian Percepat Pemulihan Sumatera: Dorong Pembentukan Satgas Provinsi dan Sinergi Anggaran
Tentang Penulis
Husnul
Husnul