Mengenal Rhabdomyolysis: Ancaman Kerusakan Ginjal di Balik Tren Olahraga Lari Marathon
Minggu, 21 Jun 2026 06:34 WIB
Kabarmalam.com — Belakangan ini, demam lari marathon seolah menjadi gaya hidup baru yang sangat digandrungi di kota-kota besar. Namun, di balik semangat mengejar medali dan gaya hidup aktif, terdapat risiko kesehatan serius yang mengintai jika seseorang tidak memahami batas kemampuan fisiknya sendiri. Fenomena ini menjadi perbincangan hangat setelah sebuah kasus viral di media sosial menceritakan seorang pelari yang harus menjalani prosedur cuci darah akibat fungsi ginjal yang mendadak kolaps.
Apa Itu Rhabdomyolysis?
Kondisi medis yang menghantui para atlet dan pegiat olahraga ekstrem ini dikenal dengan sebutan Rhabdomyolysis. Secara sederhana, rhabdomyolysis adalah sebuah keadaan di mana jaringan otot rangka mengalami kerusakan atau kematian sel secara cepat. Akibatnya, zat-zat berbahaya dari dalam sel otot, seperti protein mioglobin dan elektrolit, bocor dan membanjiri aliran darah.
Ketika protein mioglobin ini mencapai ginjal dalam jumlah besar, organ penyaring darah tersebut akan terbebani secara berlebihan, yang pada akhirnya dapat memicu gagal ginjal akut. Kondisi ini biasanya dipicu oleh aktivitas fisik yang melampaui batas wajar, trauma fisik, atau efek samping pengobatan tertentu.
Sinyal Bahaya yang Sering Diabaikan
Menurut dr. Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, seorang spesialis penyakit dalam, risiko rhabdomyolysis sebenarnya bisa diminimalisir jika pelari peka terhadap sinyal tubuh. Salah satu alarm paling nyata adalah rasa lelah yang sangat ekstrem atau akut.
“Kelelahan akut itu sering kali dipaksakan. Sudah merasa sangat lelah, tapi tetap dipaksakan terus berlari,” ungkap dr. Tunggul. Mengabaikan alarm alami tubuh ini sering kali menjadi awal petaka bagi para pelari.
Beberapa gejala rhabdomyolysis yang perlu diwaspadai meliputi:
- Rasa nyeri otot yang luar biasa hebat.
- Kelelahan ekstrem yang tidak kunjung hilang.
- Dehidrasi berat.
- Penurunan frekuensi buang air kecil atau urine berwarna gelap seperti teh.
- Rasa mual hingga penurunan kesadaran.
Harapan untuk Pulih: Apakah Bisa Sembuh?
Meskipun terdengar mengerikan, dr. Tunggul memberikan secercah harapan. Beliau menjelaskan bahwa rhabdomyolysis termasuk dalam kategori Acute Kidney Injury (AKI) atau gangguan ginjal akut yang sifatnya bisa disembuhkan (reversible), tergantung pada tingkat keparahannya.
“Jika masih berada pada AKI grade 1 atau 2, pasien biasanya bisa pulih tanpa perlu tindakan dialisis atau cuci darah. Namun, jika sudah mencapai grade 3, maka prosedur dialisis menjadi wajib dilakukan untuk menyelamatkan nyawa,” jelasnya lebih lanjut. Kunci utama dari kesembuhan adalah kecepatan dalam penanganan medis. Semakin cepat gejala dikenali dan ditangani sesuai indikasi, maka peluang organ ginjal untuk kembali berfungsi normal akan semakin besar.
Pesan untuk Para Pelari
Olahraga adalah investasi kesehatan, namun melakukannya tanpa literasi fisik yang cukup bisa berujung pada komplikasi fatal. Pastikan untuk selalu melakukan persiapan matang, menjaga hidrasi, dan yang terpenting, berani untuk berhenti atau Did Not Finish (DNF) jika tubuh sudah memberikan sinyal kelelahan yang tidak wajar. Jangan sampai ambisi mencapai garis finis justru berakhir di ruang perawatan intensif karena mengabaikan kesehatan tubuh Anda sendiri.