Mengenal Presbiopia: Mengapa Mata Bisa ‘Menua’ Lebih Cepat dan Bagaimana Cara Mencegahnya?
Minggu, 21 Jun 2026 12:34 WIB
Kabarmalam.com — Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia niscaya akan mengalami berbagai perubahan alami, mulai dari persendian yang mulai kaku hingga daya ingat yang menurun. Namun, satu hal yang sering kali luput dari perhatian hingga gejalanya benar-benar mengganggu adalah penurunan kemampuan mata dalam memfokuskan objek jarak dekat, sebuah kondisi medis yang dikenal sebagai presbiopia atau ‘mata tua’.
Kondisi ini bukan sekadar masalah penglihatan biasa, melainkan manifestasi dari proses penuaan pada otot-otot bola mata. Menurut dr. Zoraya Ariefia Feranthy, SpM, seorang spesialis mata dari Mayapada Eye Centre, otot di dalam bola mata memiliki peran vital untuk mengatur fokus cahaya, baik saat kita memandang cakrawala yang jauh maupun saat membaca pesan di ponsel. Seiring waktu, elastisitas otot tersebut perlahan berkurang.
“Ibarat proses penuaan pada lutut yang mulai terasa nyeri atau punggung yang mulai kaku, mata kita pun mengalami hal yang serupa,” tutur dr. Zoraya dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta. Ia menekankan bahwa gangguan penglihatan ini adalah bagian dari dinamika biologis yang sulit dihindari sepenuhnya.
Faktor Genetik vs Gaya Hidup Modern
Meskipun identik dengan lansia, fenomena presbiopia kini mulai ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda. Dr. Zoraya menjelaskan bahwa proses penuaan mata dipengaruhi oleh multifaktor. Di satu sisi, ada faktor genetik yang berada di luar kendali kita. Jika seseorang memiliki garis keturunan dengan proses penuaan mata yang dini, maka risiko mengalami presbiopia lebih cepat akan tetap ada, meskipun mereka telah menerapkan gaya hidup sehat.
Di sisi lain, kebiasaan menatap layar dalam jarak dekat secara intensif dan terus-menerus disinyalir menjadi pemicu percepatan kondisi ini. Meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat korelasi absolutnya, tren saat ini menunjukkan bahwa intensitas penggunaan perangkat digital berdampak signifikan pada kelelahan otot mata.
Teknik 20-20-20: Solusi Sederhana untuk Mata Lelah
Untuk menjaga agar fungsi penglihatan tetap optimal dan meminimalisir risiko kelelahan ekstrem, dr. Zoraya merekomendasikan sebuah metode yang sangat mudah diterapkan, yakni teknik 20-20-20. Teknik ini sangat krusial bagi mereka yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop atau gawai untuk menjaga kesehatan mata.
Aturannya sederhana: Setelah 20 menit fokus melihat objek jarak dekat, sempatkan diri untuk mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak minimal 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
“Langkah ini memberikan kesempatan bagi otot-otot mata untuk relaksasi sejenak. Dengan mengalihkan pandangan ke jarak jauh, kita bisa mengurangi risiko computer vision syndrome atau fatigue eye yang sering kali membuat mata terasa berat dan lelah,” pungkasnya. Mengistirahatkan mata secara berkala adalah investasi jangka panjang untuk mencegah komplikasi penglihatan di masa depan.