Waspada! Polusi Udara Mengepung Kota Besar: Tangsel Tertinggi, Bandung Salip Jakarta
Senin, 15 Jun 2026 11:05 WIB
Kabarmalam.com — Langit kelabu yang menyelimuti sejumlah kota besar di Indonesia pagi ini bukan sekadar fenomena cuaca biasa, melainkan pertanda buruknya kualitas udara yang kita hirup. Berdasarkan pantauan data IQ Air pada pukul 09:30 WIB, wilayah Tangerang Selatan kembali mengukuhkan posisinya di urutan teratas sebagai kota dengan tingkat polusi udara paling mengkhawatirkan di tanah air.
Dominasi Tangerang Selatan di Zona Merah
Kawasan Serpong mencatatkan angka Air Quality Index (AQI) yang sangat tinggi, yakni menyentuh angka 191. Tak jauh di belakangnya, wilayah Tangerang Selatan secara umum mencatat AQI sebesar 190. Angka-angka ini menempatkan kedua wilayah tersebut dalam kategori ‘Tidak Sehat’. Tingginya polutan di udara ini bukan sekadar angka, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga mereka yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
Sesuai standar kesehatan internasional, indeks AQI di rentang 151 hingga 200 menandakan adanya peningkatan risiko efek samping pada organ jantung dan paru-paru bagi masyarakat umum. Oleh karena itu, warga sangat disarankan untuk membatasi aktivitas fisik di luar ruangan demi meminimalisir paparan udara beracun.
Bandung Menyalip Jakarta, Napas Kian Sesak
Kejutan terjadi pada daftar kota paling tercemar pagi ini. Kota Bandung kini tercatat lebih berpolusi dibandingkan Jakarta. Ibu Kota Jawa Barat tersebut mencatat AQI di angka 153, sementara Jakarta berada di posisi yang relatif lebih rendah dengan angka 122. Pergeseran ini menunjukkan bahwa masalah kualitas udara kini kian meluas ke kota-kota besar di luar metropolitan Jakarta.
Berikut adalah daftar 10 kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pagi ini:
- 1. Serpong (191)
- 2. Tangerang Selatan (190)
- 3. Bandung (153)
- 4. Semarang (128)
- 5. Surabaya (125)
- 6. Jakarta (122)
- 7. Tangerang (108)
- 8. Jambi (82)
- 9. Palembang (80)
- 10. Pekanbaru (62)
Bahaya Tersembunyi PM2.5 yang Melebihi Batas WHO
Selain angka indeks yang tinggi, konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi perhatian serius para ahli kesehatan. PM2.5 adalah partikel mikroskopis yang ukurannya jauh lebih kecil dari diameter rambut manusia, sehingga mampu menembus jauh ke dalam paru-paru dan bahkan masuk ke dalam aliran darah. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko asma, penyakit jantung koroner, stroke, hingga kanker paru-paru.
Di kota-kota yang masuk dalam daftar terpolusi tersebut, konsentrasi PM2.5 terpantau mencapai rata-rata enam kali lipat di atas ambang batas tahunan yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kondisi ini mengisyaratkan bahwa masyarakat tengah berada dalam bayang-bayang bahaya kesehatan yang bersifat sistemik jika tidak segera ada penanganan serius terhadap kualitas udara.
Mengapa Tangerang Selatan Selalu Menjadi ‘Juara’?
Tangerang Selatan seolah menjadi langganan tetap di puncak daftar kota terpolusi sepanjang tahun 2025. Fenomena ini diduga kuat merupakan dampak dari kombinasi masifnya pembangunan infrastruktur, tingginya volume kendaraan bermotor yang melintas setiap harinya, serta keberadaan kawasan industri di sekitarnya. Faktor cuaca yang kurang mendukung untuk dispersi polutan juga turut memperparah keadaan di wilayah penyangga Jakarta ini.
Namun, di tengah kepungan polusi di Pulau Jawa, masih ada harapan dari wilayah timur Indonesia. Kota Mamuju di Sulawesi Barat tercatat sebagai salah satu kota dengan udara paling bersih. Hal ini menjadi bukti bahwa kualitas udara yang baik masih mungkin dipertahankan di daerah dengan tingkat urbanisasi yang lebih terkendali dan aktivitas industri yang rendah.
Langkah Antisipasi bagi Masyarakat
Menghadapi kondisi udara yang tidak sehat ini, para ahli sangat menyarankan agar masyarakat kembali disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan lingkungan. Menggunakan masker medis atau masker N95 saat berada di luar ruangan, memantau aplikasi pemantau kualitas udara secara berkala, serta memasang pemurni udara (air purifier) di dalam ruangan merupakan langkah bijak untuk menjaga kesehatan pernapasan keluarga Anda.