Mengapa Terapi Rahang Bisa Bikin Menangis Histeris? Menguak Rahasia Deep Jaw Release yang Tengah Viral
Jumat, 12 Jun 2026 06:05 WIB
Kabarmalam.com — Pernahkah Anda membayangkan bahwa rasa sedih atau stres yang menumpuk selama bertahun-tahun bisa “bersembunyi” di balik rahang Anda? Fenomena unik ini mendadak jadi perbincangan hangat di jagat maya setelah penyanyi country kenamaan, LeAnn Rimes, mengunggah momen emosional saat menjalani prosedur medis yang dikenal sebagai deep jaw release therapy.
Dalam potongan video yang viral tersebut, Rimes terlihat mengalami pergolakan batin yang luar biasa. Hanya dalam waktu sekitar 60 detik, rahangnya ditekan secara intens dari bagian dalam oleh seorang terapis profesional. Hasilnya mengejutkan: Rimes pecah dalam tangisan histeris segera setelah prosedur selesai. Bukan karena rasa sakit fisik semata, melainkan ada sesuatu yang lebih mendalam yang seolah “terlepas” dari dalam dirinya.
Apa Itu Deep Jaw Release Therapy?
Banyak orang mulai bertanya-tanya, apakah ini sekadar tren media sosial atau benar-benar prosedur medis yang valid? Jeanne Marie Ubalde, seorang fisioterapis bergelar PT, DPT, memberikan penjelasan ilmiahnya. Menurutnya, terapi ini merupakan prosedur klinis yang fokus pada otot-otot di sekitar sendi Temporomandibular Joint (TMJ). Sendi inilah yang bertanggung jawab atas aktivitas harian kita seperti berbicara, mengunyah, hingga membuka mulut.
Prosedurnya melibatkan teknik manual internal. Terapis akan mencari titik-titik tegang atau trigger point pada otot masseter dan pterygoid internal melalui bagian dalam mulut pasien. Bagi Anda yang sering merasa tegang karena stres, otot-otot ini biasanya menjadi area pertama yang mengeras tanpa disadari.
Mengapa Bisa Memicu Tangisan?
Momen emosional seperti yang dialami LeAnn Rimes ternyata bukan hal aneh dalam dunia terapi rahang. Secara psikologis dan fisiologis, manusia cenderung mengatupkan gigi atau mengencangkan rahang saat menghadapi tekanan atau menahan emosi. Kebiasaan ini menciptakan “memori jaringan” yang menyimpan ketegangan saraf.
“Terapi manual ini membantu meredakan ketegangan otot yang kronis dan memperbaiki mobilitas rahang,” ungkap Ubalde. Namun, saat otot-otot yang terkunci rapat itu tiba-tiba dipaksa rileks, tubuh seringkali memberikan respons somatik berupa pelepasan emosional yang drastis, seperti menangis lega.
Manfaat Luas untuk Kesehatan Tubuh
Tak hanya sekadar urusan emosi, pakar kiropraktik Dr. David Lask menambahkan bahwa rahang memiliki peran sentral dalam kenyamanan tubuh secara menyeluruh. Ketegangan pada otot masseter dapat memicu berbagai keluhan fisik yang mungkin selama ini tidak Anda sadari hubungannya dengan rahang.
Beberapa manfaat dari terapi rutin ini meliputi:
- Meredakan sakit kepala kronis dan migrain.
- Mengatasi kebiasaan mengatupkan gigi (bruxism).
- Mengurangi nyeri pada area leher dan wajah.
- Membantu menstabilkan kesehatan mental dengan menurunkan tingkat kecemasan.
Meskipun beberapa orang mungkin merasa pegal selama beberapa jam setelah sesi pertama, mayoritas pasien melaporkan perasaan yang jauh lebih ringan, jernih, dan bertenaga. Bagi mereka yang ingin mencoba, para ahli menyarankan rangkaian terapi sekitar 12 sesi yang dilakukan secara berkala untuk hasil yang optimal dan permanen.
Dunia medis kini semakin menyadari bahwa tubuh manusia adalah satu kesatuan yang kompleks. Apa yang kita rasakan di dalam pikiran, seringkali tercermin pada ketegangan di tubuh kita—dan terkadang, kunci untuk melepaskan beban tersebut tersimpan rapat di balik rahang kita sendiri.