Ikuti Kami
kabarmalam.com

Menguak Tabir Kerjasama Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid dengan Hanania Group: Sebuah Perjalanan Berujung Prahara

Darman | kabarmalam.com
Kamis, 11 Jun 2026 01:34 WIB
Menguak Tabir Kerjasama Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid dengan Hanania Group: Sebuah Perjalanan Berujung Prahara

Kabarmalam.com — Tabir gelap yang menyelimuti kasus dugaan penipuan umrah oleh PT Khazanah Tamma International, atau yang lebih dikenal sebagai Hanania Group, perlahan mulai tersingkap. Pasangan selebritas yang tengah menjadi sorotan, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid, mendadak terseret dalam pusaran hukum yang melibatkan biro perjalanan tersebut. Melalui kuasa hukum mereka, Sangun Ragahdo, terungkap fakta-fakta baru mengenai bagaimana awal mula jalinan kerja sama ini terbentuk.

Lobi Panjang Sebelum Janji Suci

Banyak yang menduga bahwa keterlibatan Thariq Halilintar dalam mempromosikan Hanania Group terjadi secara mendadak. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Sangun Ragahdo menjelaskan bahwa pihak manajemen Hanania Group telah berulang kali mencoba mendekati adik kandung Atta Halilintar tersebut jauh sebelum ia meminang Aaliyah Massaid.

“Pihak Hanania Group-lah yang pertama kali melakukan pendekatan kepada Thariq. Ini sudah berlangsung lama, bahkan sebelum mereka berdua resmi menikah. Saat itu, Thariq belum merasa ada kecocokan, sehingga tawaran tersebut sempat diabaikan dan tidak berlanjut,” ungkap Sangun saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Rabu (10/6/2026).

Baca Juga  Sentuhan Magis Reyno Anggoro dalam Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati', Angkat Isu Kesehatan Mental ke Layar Lebar

Pintu Kerjasama Terbuka di Akhir 2025

Setelah sempat meredup, ketertarikan Hanania Group untuk menggaet Thariq kembali muncul pada akhir tahun 2025. Momen tersebut bertepatan dengan status baru Thariq dan Aaliyah sebagai pasangan suami istri yang baru saja melangsungkan pernikahan dan menjadi magnet bagi perhatian publik. Melihat potensi besar dalam hal promosi, pihak travel kembali melayangkan proposal kerja sama pada bulan November 2025.

Berbeda dengan respon sebelumnya, kali ini Thariq mulai mempertimbangkan tawaran tersebut. Namun, sebagai figur publik yang memiliki pengaruh besar, ia tidak langsung menerima kontrak begitu saja. Thariq menyadari beban moral yang ia pikul jika merekomendasikan sebuah jasa kepada jutaan pengikutnya di media sosial.

Baca Juga  Dedikasi Betrand Peto: Dari Kamera Khusus hingga Pakai Sarung Saat Temani Ruben Onsu di Pengajian

Langkah Verifikasi Sebelum Keberangkatan

Sebelum membubuhkan tanda tangan di atas kontrak kerja sama, Thariq Halilintar sempat melakukan langkah-langkah investigasi mandiri demi memastikan kredibilitas Hanania Group. Ia ingin menjamin bahwa perusahaan tersebut memang memiliki kapasitas yang mumpuni dalam memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci.

“Pada bulan Desember, Thariq aktif mencari informasi mendalam. Ia mengecek apakah travel ini kredibel, bagaimana rekam jejak mereka, dan apakah jemaah sebelumnya merasa puas dengan layanannya. Hasil penelusuran saat itu menunjukkan citra yang positif,” tambah Sangun. Pada medio November 2025, Hanania Group memang terlihat sebagai perusahaan yang stabil dan kerap sukses menggelar berbagai kegiatan besar bagi para jemaahnya, yang akhirnya meyakinkan Thariq untuk menerima pekerjaan tersebut.

Keberangkatan yang Berujung Masalah Hukum

Setelah merasa yakin dengan hasil pengecekan tersebut, Thariq dan Aaliyah akhirnya berangkat menunaikan ibadah umrah sekaligus menjalankan tugas promosi pada Desember 2025. Perjalanan religi tersebut awalnya berlangsung mulus tanpa ada kendala yang berarti. Namun, badai justru datang setelah mereka kembali ke tanah air.

Baca Juga  Langkah Mandiri Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar Bangun Hunian Baru, Reza Artamevia: Masyaallah, Allahumma Barik

Memasuki periode Maret atau April 2026, kasus dugaan penipuan umrah yang melibatkan Hanania Group mulai mencuat ke permukaan. Sejumlah laporan dari jemaah yang merasa dirugikan mulai bermunculan, hingga akhirnya menyeret nama-nama publik figur yang pernah menjalin kontrak dengan mereka ke ranah kepolisian.

“Saat kembali ke Tanah Air, semuanya tampak normal. Namun, menginjak bulan Maret atau April, permasalahan hukum ini mulai meledak dan menjadi konsumsi publik. Thariq sendiri tidak pernah menyangka akan ada situasi seperti ini di kemudian hari,” pungkas Sangun menutup penjelasannya.

Tentang Penulis
Darman
Darman