Dedikasi Betrand Peto: Dari Kamera Khusus hingga Pakai Sarung Saat Temani Ruben Onsu di Pengajian
Kamis, 14 Mei 2026 20:34 WIB
Kabarmalam.com — Hangatnya suasana spiritual kini kian terasa di kediaman presenter kondang Ruben Onsu. Pasca memutuskan untuk melangkah sebagai seorang mualaf, rutinitas di rumahnya kini diwarnai dengan lantunan doa melalui pengajian rutin. Menariknya, sang putra, Betrand Peto, tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan religi ayahnya, melainkan terjun langsung memberikan kontribusi yang menyentuh hati.
Pelantun tembang “Sahabat Kecil” ini mengambil peran penting sebagai garda depan tim dokumentasi. Tak tanggung-tanggung, Betrand bahkan rela merogoh kocek untuk membeli kamera khusus demi mengabadikan setiap momen khidmat tersebut. Remaja berbakat ini mengaku ingin memberikan hasil visual terbaik agar momen berharga sang ayah dapat terdokumentasi dengan kualitas maksimal.
“Tapi toplah, aku mulai belajar-belajar pelan-pelan,” ujar Betrand Peto saat berbagi cerita di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Ia menegaskan bahwa keputusannya memiliki alat profesional adalah demi kepuasan estetika. “Karena menurutku biar lebih bagus gambarnya, juga biar yang nonton juga puas melihatnya,” tambahnya.
Wujud Balas Budi dan Dukungan untuk Sang Ayah
Bagi Betrand, keterlibatannya dalam kegiatan pengajian ini adalah bentuk timbal balik atas kasih sayang dan dedikasi yang selama ini ia terima dari Ruben. Ia menyadari betapa besar upaya Ruben Onsu dalam membangun dan menyokong karier musiknya di industri hiburan tanah air hingga mencapai titik sekarang.
“Ya haruslah, karena Ayah juga effort buat aku, apalagi karierku. Jadi aku juga harus effort untuk Ayah dan apa yang Ayah kerjakan. Kalau aku bisa bantu, ya pasti aku bantu,” jelasnya dengan nada tulus.
Menyesuaikan Diri dengan Toleransi yang Indah
Keunikan lain terlihat dari bagaimana Betrand menempatkan diri di tengah jemaah. Demi menghargai suasana dan kenyamanan bersama, ia secara khusus meminta sebuah sarung kepada Ruben agar penampilannya lebih serasi dengan para tamu yang hadir. Langkah kecil ini menjadi bukti nyata betapa kuatnya nilai toleransi beragama yang dijunjung tinggi di dalam keluarga mereka.
“Iya, aku minta sarung sama Ayah kemarin karena kan untuk pengajian kayak gitu, enggak mungkin aku pakai celana (biasa) lagi,” tuturnya.
Tidak sekadar berdiri di balik lensa kamera, Betrand ternyata juga aktif menyerap ilmu dari para pemuka agama. Ia memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog langsung dengan para ulama dan habib yang hadir guna mendapatkan perspektif baru yang mencerahkan. Pengalaman spiritual ini rupanya memberikan kesan mendalam bagi Betrand.
“Jadi aku tanya langsung gini-gini, dan jawaban dari Habibnya sangat bagus. Aku bahkan bilang sama Ayah agar rajin-rajin mengadakan pengajian di rumah supaya nanti aku juga bisa terus ikut bergabung,” pungkasnya menutup pembicaraan.