Potret Toleransi Betrand Peto: Menjalankan Iman Katolik dengan Teguh di Tengah Keberagaman Keluarga
Selasa, 12 Mei 2026 18:33 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah gemerlap panggung hiburan, Betrand Peto tetap menunjukkan sisi religiusnya yang kuat. Penyanyi yang akrab disapa Onyo ini baru saja berbagi cerita mengenai persiapannya menyambut Hari Raya Kenaikan Isa Almasih, sebuah momen penting dalam keyakinannya sebagai seorang penganut Katolik yang taat.
Kesibukan jadwal manggung tidak menyurutkan langkah Betrand untuk rutin beribadah ke gereja. Baginya, iman adalah komitmen yang harus dijalankan dengan sepenuh hati. Tidak hanya saat perayaan besar seperti Natal, ia mengaku aktif mengikuti rangkaian liturgi gereja sepanjang tahun tanpa absen.
Ketaatan yang Tak Pernah Luntur
Saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Betrand mengungkapkan bahwa dirinya tak pernah melewatkan momen-momen sakral dalam kalender gereja, mulai dari Rabu Abu hingga Minggu Palma. Antusiasmenya dalam beribadah pun terlihat dari kesediaannya mengikuti prosesi panjang demi mendapatkan daun palma sebagai simbol kemenangan iman.
“Kalau aku memang tetap ke gereja, rutin untuk kegiatan ibadah. Bahkan saat Natal kemarin pun aku sering ke gereja. Momen seperti Rabu Abu dan Minggu Palma tidak pernah aku lewatkan, sampai rela antre untuk mendapatkan daun palmanya,” ujar pelantun lagu Deritaku tersebut dengan penuh semangat.
Menjunjung Tinggi Toleransi dalam Keluarga
Satu hal yang menarik dari kehidupan religi Betrand adalah sikap dewasanya dalam menghadapi perbedaan keyakinan di dalam keluarga besar Ruben Onsu. Meskipun ia memeluk agama Katolik, sementara anggota keluarga lainnya merupakan penganut Kristen Protestan, hal tersebut bukanlah penghalang untuk tetap hidup harmonis dan saling menguatkan.
Betrand menekankan betapa pentingnya menjaga toleransi beragama sejak dini. Ia sangat menghormati keyakinan yang dijalani oleh ayahnya, Ruben Onsu, begitu pula sebaliknya. Baginya, setiap individu memiliki kedalaman spiritual masing-masing yang patut dihargai tanpa harus diperdebatkan.
“Untuk agamaku sendiri aku jalani dengan hatiku, dan untuk agamanya Ayah, Ayah jalani dengan sepenuh hati. Kita harus toleransi karena agama adalah hal yang sangat penting. Jadi bagiku, agama Ayah ya agama Ayah, agamaku ya agamaku,” tegasnya dengan bijak kepada tim redaksi.
Pusat Ibadah di Gereja Katedral Jakarta
Mengenai tempat ibadah, Betrand biasanya memilih Gereja Katedral Jakarta sebagai tempatnya berkontemplasi. Lokasi ini memang menjadi pusat peribadatan umat Katolik di Jakarta. Hal ini terkadang membuatnya berbeda lokasi ibadah dengan adik-adiknya. Meski jarang beribadah di gedung yang sama karena perbedaan denominasi, ikatan persaudaraan mereka tetap terjalin sangat erat.
Betrand juga mengakui bahwa belakangan ini ia jarang bertemu secara langsung dengan adik-adiknya karena jadwal yang saling bertabrakan. Namun, komunikasi melalui pesan singkat maupun telepon terus berjalan dengan baik untuk sekadar menanyakan kabar atau saling memberikan dukungan moral di tengah padatnya aktivitas.
“Kalau gereja bareng pasti jumpa, tapi karena memang gerejanya berbeda, aku lebih sering di Katedral. Komunikasi masih terus berjalan, cuma memang belum ada waktu luang untuk jalan bersama lagi karena jadwal kami masing-masing sedang sangat padat,” pungkas Betrand Peto menutup percakapan.