Wardatina Mawa Pilih Jalur Mandiri, Tak Ingin Bergantung pada Nafkah Insanul Fahmi
Minggu, 07 Jun 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Di balik hiruk-pikuk proses perceraian yang sedang dijalaninya dengan Insanul Fahmi, selebgram Wardatina Mawa memilih untuk tetap tegak berdiri di atas kakinya sendiri. Meskipun nominal nafkah sebesar Rp 25 juta per bulan sempat mencuat dalam materi gugatannya, perempuan yang akrab disapa Mawa ini mengaku tidak ingin menggantungkan hidupnya pada angka tersebut.
Prinsip Kemandirian di Tengah Prahara
Ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Mawa menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukanlah perihal materi dari sang calon mantan suami. Ia lebih memilih untuk menitikberatkan energinya pada kerja keras dan dedikasi sebagai seorang content creator yang produktif.
“Aku sebenarnya tidak tahu nominal itu muncul dari mana. Namun bagi aku, apa pun itu bukan masalah. Aku tidak berharap banyak dan lebih ingin berjuang sendiri saja,” ungkap Wardatina Mawa dengan nada tenang namun penuh keyakinan.
Tak Pernah Sengaja Menuntut Nominal Tertentu
Terkait angka Rp 25 juta yang secara legal dicantumkan oleh tim kuasa hukum dalam berkas gugatan, Mawa mengklarifikasi bahwa secara pribadi ia tidak pernah memiliki ambisi untuk mematok harga tertentu. Baginya, kesadaran spontan dari pihak Insanul Fahmi jauh lebih berharga daripada tuntutan yang dipaksakan secara hukum.
Bahkan, saking tidak ingin ambil pusing dengan urusan finansial dari pihak tergugat, ia mengaku jarang memantau aliran dana yang masuk ke rekening pribadinya. “Aku tidak pernah menuntut apa-apa, sungguh. Jika dikasih ya alhamdulillah, kalau tidak pun, aku bahkan jarang mengecek notifikasi masuk di rekening,” tuturnya menambahkan.
Fokus pada Masa Depan Anak dan Kesehatan Mental
Meskipun secara jujur ia mengakui bahwa kiriman bulanan yang diterima saat ini belum sepenuhnya menutupi seluruh kebutuhan sang buah hati, selebgram asal Medan ini enggan memperpanjang polemik tersebut. Ia memilih untuk tetap bersyukur dan enggan menjatuhkan martabat pihak lain di ruang publik.
Saat ini, prioritas utama Mawa adalah menjaga stabilitas kesehatan mental serta memastikan keberlangsungan kariernya di dunia digital. Demi menjaga ketenangan batin, ia membatasi komunikasi langsung dengan Insanul Fahmi, di mana segala urusan logistik anak kini dijembatani melalui perantara asisten di rumahnya.
“Dana bulanan itu memang dialokasikan untuk anak, meski menurut pandanganku pribadi belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan. Tapi tidak apa-apa, it’s okay. Aku akan terus bekerja keras demi masa depan anak,” pungkas Mawa menutup pembicaraan.