Ikuti Kami
kabarmalam.com

Trauma Mendalam, Nur Eks ART Erin Masih Enggan Bertatap Muka: Ada Dugaan Perampasan KTP

Darman | kabarmalam.com
Minggu, 07 Jun 2026 12:34 WIB
Trauma Mendalam, Nur Eks ART Erin Masih Enggan Bertatap Muka: Ada Dugaan Perampasan KTP

Kabarmalam.com — Luka batin yang mendalam rupanya masih membekas di hati Nur, mantan asisten rumah tangga (ART) yang pernah mengabdi di kediaman Erin, mantan istri komedian Andre Taulany. Hingga saat ini, Nur secara tegas menyatakan belum bersedia menemui mantan majikannya tersebut karena alasan psikis yang belum stabil.

Melalui kuasa hukumnya, Basuki, terungkap bahwa Nur masih mengalami tekanan hebat akibat rentetan peristiwa yang dialaminya selama bekerja. Saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (5/6/2026), Basuki menjelaskan bahwa kliennya saat ini lebih memilih fokus pada proses hukum yang sedang bergulir daripada menanggapi wacana perdamaian.

Niat Tulus Mencari Nafkah Berujung Kekecewaan

Basuki menceritakan bahwa Nur berangkat dari kampung halaman dengan satu tujuan mulia: membantu perekonomian keluarga. Namun, kenyataan pahit justru ia temui di balik pagar rumah mewah sang majikan. Bukannya kenyamanan kerja yang didapat, Nur justru mengaku mengalami serangkaian kejadian yang melukai perasaannya.

Baca Juga  Menuju Titik Temu, Ruben Onsu Sambut Terbuka Ajakan Diskusi Sarwendah Terkait Polemik Pasca Cerai

“Klien kami bukan orang yang macam-macam. Niatnya murni untuk bekerja demi keluarga, namun di tengah jalan ia justru menemukan hal-hal yang sangat tidak menyenangkan,” ungkap Basuki kepada awak media. Hal inilah yang menjadi alasan mendasar mengapa Nur menutup pintu komunikasi untuk sementara waktu.

Dugaan Perampasan Identitas dan Barang Pribadi

Persoalan ini bukan sekadar ketidakcocokan antara atasan dan bawahan. Pihak Nur membeberkan adanya dugaan pelanggaran serius dalam kasus hukum ini, mulai dari penyitaan ponsel hingga penahanan kartu identitas (KTP).

“Ada perampasan handphone, penahanan KTP, bahkan pakaian pribadi klien kami masih tertinggal di sana. Belum lagi kata-kata kasar yang berdampak pada kesehatan mentalnya,” tegas Basuki. Ia juga menyoroti alasan di balik penyitaan ponsel tersebut yang diduga dilakukan agar Nur tidak bisa berkomunikasi dengan dunia luar, termasuk keluarganya sendiri.

Baca Juga  Fitri Salhuteru Pasang Badan untuk Erin: Yakin Sahabatnya Tak Lakukan Penganiayaan ART

Menentang Normalisasi Penahanan Dokumen Pribadi

Menanggapi pernyataan pihak Erin yang menyebut penahanan identitas pekerja adalah hal lazim, Basuki memberikan tanggapan menohok. Menurutnya, tidak ada aturan dalam hak pekerja manapun yang melegalkan penahanan dokumen pribadi seperti ijazah atau KTP.

“Itu data pribadi. Siapa pun pemberi kerjanya, mereka tidak punya hak menahan identitas orang lain. Jika memang tidak suka dengan kinerja seseorang, berhentikanlah dengan cara yang elegan, bukan dengan menahan hak-hak pribadinya,” tambahnya dengan nada kecewa.

Tekanan Terhadap Keluarga

Situasi semakin memanas setelah diketahui bahwa bukan hanya Nur yang mengalami tekanan. Suami Nur dikabarkan sempat mendapatkan ancaman saat mencoba mendatangi kediaman Erin untuk menyelesaikan masalah. Ancaman dilaporkan ke polisi disebut-sebut menjadi senjata untuk mengintimidasi pihak Nur.

Baca Juga  Penyalur ART Tak Gentar Hadapi Laporan Balik Erin Eks Andre Taulany: Saya Bertindak Atas Dasar Kemanusiaan

Hingga kini, pihak Nur tetap pada pendiriannya untuk menempuh jalur hukum, baik secara perdata maupun pidana, apabila somasi yang dilayangkan tidak kunjung mendapatkan respons positif yang berkeadilan. Sementara itu, Nur sendiri tampak masih enggan mengeluarkan banyak kata. Saat ditanya apakah ada pesan untuk mantan majikannya, ia hanya menjawab singkat, “Nggak ada,” sembari berlalu.

Kini, publik menunggu bagaimana kelanjutan drama antara asisten rumah tangga dan mantan istri Andre Taulany ini di meja hijau.

Tentang Penulis
Darman
Darman