Ikuti Kami
kabarmalam.com

Transformasi Sehat Rigen Rakelna: Dari Meja Operasi Kini Keranjingan Eksplorasi dengan Sepeda Gravel

Darman | kabarmalam.com
Selasa, 02 Jun 2026 11:34 WIB
Transformasi Sehat Rigen Rakelna: Dari Meja Operasi Kini Keranjingan Eksplorasi dengan Sepeda Gravel

Kabarmalam.com — Kesehatan sering kali menjadi titik balik bagi seseorang untuk mengubah pola hidupnya, tak terkecuali bagi komedian papan atas, Rigen Rakelna. Setelah sempat berhadapan dengan masalah kesehatan serius yang berujung pada operasi batu ginjal, pria yang dikenal dengan persona temperamen kocaknya ini kini tengah menemukan gairah baru di atas sadel sepeda. Aktivitas memacu pedal ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari upayanya dalam merajut gaya hidup sehat yang lebih konsisten.

Berawal dari Iseng Menjajal Milik Mertua

Menariknya, kecintaan Rigen terhadap dunia olahraga sepeda tidak tumbuh secara instan. Semua itu bermula dari rasa penasaran saat ia mencoba sepeda milik sang mertua. Pengalaman sederhana itu rupanya meninggalkan kesan mendalam hingga akhirnya ia memutuskan untuk menekuni hobi ini secara serius. Rigen mengakui bahwa ada kepuasan tersendiri yang ia temukan saat bersepeda dibandingkan hanya sekadar berjalan kaki.

Baca Juga  Beban IPL Menumpuk, Ibunda Julia Perez Berharap Raffi Ahmad Ambil Alih Apartemen Mendiang Putrinya

“Dulu awalnya cuma nyoba punya mertua, ternyata seru juga. Akhirnya mulai bangun rasa sukanya pelan-pelan,” ungkap Rigen saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan. Menurutnya, dengan bersepeda, cakupan jelajahnya menjadi lebih luas. Ia bisa melihat sudut-sudut lingkungan yang jarang terjamah saat berjalan kaki, memberikan perspektif baru dan kesegaran bagi pikirannya di tengah rutinitas sebagai komedian yang padat.

Memilih Jalur ‘Gravel’ yang Fleksibel

Bicara soal tunggangan, Rigen menjatuhkan pilihannya pada jenis sepeda gravel. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Baginya, sepeda gravel menawarkan fleksibilitas yang luar biasa di berbagai medan, sebuah solusi cerdas untuk kondisi jalanan di Indonesia yang tidak selalu mulus.

“Gravel itu istilahnya sepeda serba bisa. Kalau pakai road bike, itu kan biasanya fokus di aspal halus karena bahannya banyak karbon. Tapi kalau gravel, jalanan agak rusak atau tanah pun masih enak dihajar, tapi di aspal tetap kencang,” jelas Rigen mendetail. Karakteristik sepeda gravel yang tangguh namun tetap aerodinamis membuatnya merasa lebih aman dan nyaman saat harus melintasi aspal yang berlubang maupun jalur setapak.

Baca Juga  Celah Hukum di Kasus Ammar Zoni: Mungkinkah Sang Aktor Bisa Bebas dari Jeratan Pidana?

Menyeimbangkan Hobi dan Padatnya Jadwal Syuting

Meski kini sudah menjadi bagian dari komunitas gowes, Rigen tetap bersikap realistis terkait jadwalnya. Ia tidak memaksakan diri untuk memiliki jadwal rutin yang kaku, melainkan lebih fleksibel mengikuti ritme pekerjaannya yang sering kali hingga larut malam. Baginya, mendengarkan sinyal tubuh adalah prioritas utama agar tidak menjadi bumerang bagi kesehatan.

  • Ritme Pagi: Jika pekerjaan selesai lebih awal, ia biasanya langsung bersiap setelah salat Subuh untuk berkeliling komplek.
  • Istirahat Cukup: Jika harus pulang dini hari, Rigen memilih untuk mengutamakan waktu istirahat daripada memaksakan fisik berolahraga dalam kondisi kurang tidur.
  • Eksplorasi Lokal: Menjelajahi wilayah sekitar menjadi cara termudah baginya untuk menjaga konsistensi tanpa harus pergi terlalu jauh.
Baca Juga  Alarm Bahaya: Mengapa Gen-Z di Malaysia Mulai Alami Gejala Kerusakan Jantung?

Langkah Rigen Rakelna ini menjadi inspirasi bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti mencoba hobi baru yang menyehatkan. Kini, dengan semangat barunya, Rigen membuktikan bahwa menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan penuh eksplorasi melalui hobi sepeda yang ia tekuni.

Tentang Penulis
Darman
Darman