Ikuti Kami
kabarmalam.com

Sarwendah Buka Suara: Dari Teror Cicilan Mobil hingga Beban Biaya Pendidikan yang Tak Terpenuhi

Darman | kabarmalam.com
Senin, 01 Jun 2026 08:04 WIB
Sarwendah Buka Suara: Dari Teror Cicilan Mobil hingga Beban Biaya Pendidikan yang Tak Terpenuhi

Kabarmalam.com — Benang kusut hubungan pasca-perceraian antara Sarwendah dan Ruben Onsu tampaknya semakin membelit. Belakangan, publik dikejutkan dengan kabar kurang sedap yang menimpa mantan personel Cherrybelle tersebut. Sarwendah mengaku kembali terusik oleh kehadiran penagih utang atau debt collector yang menagih tunggakan cicilan kendaraan yang sejatinya bukan merupakan tanggung jawabnya.

Melalui kuasa hukumnya, Abraham Simon, pihak Sarwendah mengungkapkan rasa keberatannya atas gangguan yang terjadi berulang kali ini. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di kawasan Jakarta Selatan pada Minggu (31/5/2026), Abraham menegaskan bahwa kliennya merasa terintimidasi oleh penagihan aset yang secara hukum dan penguasaan berada di tangan Ruben Onsu.

Teror Debt Collector yang Salah Sasaran

Menurut pemaparan Abraham, ini merupakan kali kedua Sarwendah harus berhadapan dengan pihak bank terkait urusan cicilan mobil. Ia menegaskan bahwa kendaraan yang ditagih tersebut sepenuhnya dikuasai oleh RO (Ruben Onsu). Hal ini tentu memicu tanda tanya besar mengapa pihak penagih justru menyasar Sarwendah.

Baca Juga  Langkah Berani Icha Yang Menuju Panggung Dunia, Perhatian Inge Fang Jadi Suntikan Semangat Baru

“Kami secara tegas menghimbau kepada pihak perbankan agar tidak lagi mengusik klien kami. Barang tersebut mutlak dikuasai oleh RO, sehingga tidak ada kaitannya lagi dengan Sarwendah. Jangan sampai tunggakan-tunggakan itu mengganggu ketenangan hidup klien kami,” tegas Abraham Simon di hadapan media.

Ingkar Janji Soal Nafkah Pendidikan Anak

Permasalahan ternyata tidak berhenti pada urusan kendaraan. Tabir lain yang lebih memprihatinkan pun ikut terbuka. Abraham membeberkan fakta bahwa Ruben Onsu diduga telah menghentikan aliran dana untuk biaya pendidikan anak-anaknya sejak akhir tahun 2025 silam.

Padahal, pasca-perceraian, kedua belah pihak telah menyepakati sebuah akta perjanjian yang mengikat secara hukum. Dalam perjanjian tersebut, Ruben berkomitmen penuh untuk menanggung biaya pendidikan ketiga buah hatinya hingga jenjang perguruan tinggi. Namun, realita di lapangan justru menunjukkan hal yang sebaliknya.

Baca Juga  Ruben Onsu Meradang Soal Tudingan Nafkah, Tantang Sarwendah Serahkan Hak Asuh Anak

“Faktanya, sejak akhir 2025 hingga tahun 2026 ini, justru klien kami (Sarwendah) yang harus merogoh kocek pribadi untuk membiayai seluruh kebutuhan pemeliharaan anak-anak,” ungkap Simon dengan nada kecewa.

Tanggung Jawab Sendirian: Dari Uang Sekolah hingga Biaya Medis

Saat ini, Sarwendah harus berjuang sendiri memastikan masa depan anak-anaknya tidak terganggu. Segala kebutuhan mulai dari uang sekolah, biaya bimbingan belajar (les), hingga urusan kesehatan kini menjadi tanggung jawabnya sepenuhnya.

“Semua biaya, baik itu sekolah formal, kursus tambahan, hingga biaya rumah sakit jika ada anak yang sakit, semuanya ditanggung oleh Sarwendah. Ini sudah berlangsung cukup lama,” tambahnya lagi.

Sebagai penguat argumen, pihak Sarwendah juga mengklaim mengantongi bukti kuat berupa riwayat percakapan digital dengan Ruben Onsu. Dalam bukti tersebut, terlihat jelas komitmen Ruben yang menjanjikan jaminan pendidikan bagi ketiga anaknya hingga lulus kuliah sebelum akta perjanjian resmi ditandatangani. Kini, Sarwendah hanya bisa berharap agar tanggung jawab yang telah disepakati dapat dilaksanakan demi kepentingan terbaik buah hati mereka.

Baca Juga  Tepis Tuduhan Miring, Kuasa Hukum Pastikan Betrand Peto Tidak Curi Parfum Sarwendah: Bukti Bon Masih Ada!
Tentang Penulis
Darman
Darman