Skandal ‘Whip Pink’ Lingkaran YouTuber RA: Asisten Pribadi Akui Borong Puluhan Tabung Gas Tertawa
Sabtu, 30 Mei 2026 15:04 WIB
Kabarmalam.com — Penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap lingkaran dalam YouTuber ternama RA akhirnya membuahkan fakta baru yang cukup mengejutkan. Sosok asisten pribadi berinisial CD kini menjadi pusat perhatian setelah menjalani pemeriksaan intensif terkait kepemilikan dan penggunaan gas nitrous oxide (N2O) atau yang lebih populer dengan sebutan Whip Pink.
Pengakuan Mengejutkan di Hadapan Penyidik
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Zulkarnain Harahap, mengungkapkan bahwa CD telah memenuhi panggilan penyidik pada Jumat (29/5/2026) lalu. Dalam pemeriksaan tersebut, perempuan yang merupakan asisten dari YouTuber RA ini tidak membantah keterlibatannya. Ia mengakui secara blak-blakan telah membeli puluhan tabung gas tersebut dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.
“Saudari CD sudah hadir dan memberikan keterangan. Yang bersangkutan mengakui telah melakukan pembelian Whip Pink sebanyak 20 tabung dalam rentang waktu akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026,” ujar Zulkarnain dalam keterangan resminya yang diterima redaksi.
Modus Pembelian yang Terstruktur
Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap bahwa akses untuk mendapatkan gas tersebut ternyata sangat mudah. CD memanfaatkan mesin pencari Google dengan kata kunci ‘Whip Cream’ untuk mencari penyedia barang tersebut. Dari hasil pencarian, ia kemudian diarahkan ke kontak WhatsApp Admin PT Suplaindo Sukses Sejahtera (PT SSS).
Proses transaksinya pun tergolong sangat cepat dan modern, meliputi:
- Pemesanan melalui format chat WhatsApp yang telah disediakan.
- Pembayaran menggunakan fitur mobile banking dari rekening pribadi.
- Pengiriman barang oleh kurir yang sampai ke lokasi hanya dalam waktu sekitar satu jam.
Adapun ukuran tabung yang dipesan bervariasi, mulai dari kemasan 640 gram hingga 950 gram. Barang-barang tersebut kabarnya tidak dikonsumsi sendiri, melainkan digunakan bersama dengan rekan-rekan dan sejumlah pegawai lainnya.
Sisi Gelap Penyalahgunaan ‘Gas Tertawa’
Meskipun sejatinya diperuntukkan bagi kebutuhan industri kuliner—khususnya untuk pembuatan krim kocok—nitrous oxide ini disalahgunakan untuk mendapatkan efek euforia sesaat. CD menjelaskan kepada penyidik bahwa ia menghirup gas tersebut secara langsung menggunakan perangkat nozzle atau pengatur tekanan gas ke dalam mulut.
“Berdasarkan pengakuannya, setelah menghirup gas dari tabung pink tersebut, efek yang dirasakan adalah sensasi melayang yang membuat pengguna cenderung menunduk sambil memejamkan mata,” tambah Zulkarnain. Fenomena ini kian meresahkan lantaran tren penggunaan gas tertawa secara ilegal mulai merambah ke berbagai kalangan untuk mencari sensasi rekreasional.
Kasus ini menjadi peringatan keras mengenai bahaya penyalahgunaan zat yang seharusnya digunakan untuk keperluan dapur namun beralih fungsi menjadi sarana ‘fly’. Pihak kepolisian pun terus mendalami keterkaitan pihak-pihak lain dalam peredaran bebas gas tersebut di kalangan figur publik.