Kisah Jada Shafira, Putri Mario Irwinsyah yang Sukses Tembus UI Setelah Dua Kali Ditolak Unpad
Sabtu, 30 Mei 2026 07:34 WIB
Kabarmalam.com — Perjalanan menempuh pendidikan tinggi sering kali menjadi drama penuh emosi yang menguras energi, tak terkecuali bagi keluarga selebritas Mario Irwinsyah dan Ratu Anandita. Kebahagiaan kini tengah menyelimuti mereka setelah putri sulungnya, Jada Shafira, resmi dinyatakan sebagai mahasiswa baru di Universitas Indonesia (UI) dengan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi (Ilkom).
Namun, di balik kabar gembira tersebut, terselip sebuah cerita tentang keteguhan hati. Sebelum akhirnya berlabuh di kampus beralmamater kuning, Jada harus melewati kenyataan pahit ditolak oleh perguruan tinggi impiannya yang lain, yakni Universitas Padjadjaran (Unpad), sebanyak dua kali berturut-turut.
Pahitnya Penolakan di Dua Jalur Berbeda
Jada menceritakan bahwa dirinya sempat menaruh harapan besar pada Unpad. Ia mencoba masuk melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sebuah jalur prestisius yang mengandalkan akumulasi nilai rapor sejak kelas 10. Sayangnya, pada kesempatan pertama itu, nasib baik belum memihak padanya.
“Dua-duanya aku coba di Unpad. Yang pertama itu jalur SNBP, yang dipilih sekolah berdasarkan nilai rapor bagus. Aku pilih Unpad, tapi ternyata ditolak,” kenang Jada Shafira saat berbagi cerita di kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan.
Enggan menyerah begitu saja, Jada kembali menjajal peruntungannya melalui jalur internasional atau International Undergraduate Program (IUP) di kampus dan jurusan yang sama. Namun, lagi-lagi ia harus menelan pil pahit. “Aku ikut IUP Unpad juga, tetap pilih Ilkom, dan ditolak lagi. Karena sudah dua kali gagal, aku sadar harus segera menyiapkan rencana cadangan (backup plan),” ungkapnya jujur.
Hikmah dan Kekuatan Doa Ibu
Kegagalan berulang di Unpad rupanya membawa hikmah tersembunyi bagi keluarga ini. Mario Irwinsyah dan Ratu Anandita mengakui bahwa lokasi kampus Unpad di Bandung sempat menjadi kekhawatiran tersendiri karena jaraknya yang cukup jauh dari rumah. Diterimanya Jada di Universitas Indonesia pun dirasa sebagai jawaban doa yang paling sempurna.
“Alhamdulillah keterimanya di yang dekat, di UI! Memang sesuai dengan yang diinginkan,” kata Jada dengan nada lega.
Mario Irwinsyah meyakini bahwa keberhasilan sang putri tidak lepas dari campur tangan spiritual. Baginya, doa sang istri, Ratu Anandita, memiliki peran sentral dalam kelulusan Jada di UI. “Kita serahkan pada doa terbaik dari ibunya ya. ‘Amin’ yang paling serius ini sepertinya lebih mempan. Kita serahkan pada doa ibunya yang sudah terijabah selama ini,” ujar Mario dengan penuh syukur.
Memilih Komuter Daripada Indekos
Meski menyandang status sebagai mahasiswa baru di kampus Depok, Ratu Anandita memberikan keputusan tegas mengenai gaya hidup sang putri selama berkuliah. Alih-alih mengizinkan Jada tinggal di rumah kost, Ratu lebih memilih agar putrinya tetap tinggal di rumah dan menempuh perjalanan pulang-pergi setiap hari.
Alasannya cukup logis, yakni ketersediaan infrastruktur yang kini semakin memudahkan mobilitas. “Sekarang kan sudah ada tol yang cepat itu, Tol Desari. Cuma satu jam saja sudah sampai. Jadi biar tetap dekat dengan rumah dan nggak capek juga kalau harus urus kost,” pungkas Ratu menjelaskan keputusannya demi mendukung pendidikan sang buah hati.