Kisah Ferry Maryadi Lawan Vertigo Hebat: Sempat Tumbang ke UGD hingga Peringatan Keras dari Dokter
Sabtu, 30 Mei 2026 16:34 WIB
Kabarmalam.com — Pengalaman pahit sering kali menjadi guru terbaik dalam hidup, tak terkecuali bagi aktor kawakan Ferry Maryadi. Di balik pembawaannya yang selalu ceria dan energetik, siapa sangka suami Deswita Maharani ini pernah berada dalam situasi kritis akibat serangan vertigo yang cukup hebat beberapa tahun silam.
Kejadian tersebut bukan sekadar pusing biasa. Ferry menceritakan bahwa dirinya sempat terjatuh akibat kehilangan keseimbangan secara mendadak, hingga harus segera dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Peristiwa yang terjadi sekitar dua atau tiga tahun lalu itu diakui Ferry sebagai salah satu momen kesehatan yang paling membekas bagi dirinya.
Penyebab Vertigo dan Peringatan Medis
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dijalaninya, Ferry mengungkapkan bahwa gangguan vertigo yang ia alami bersumber dari masalah pada telinga, bukan dari saraf otak. Seperti diketahui, telinga dalam memiliki peran vital dalam menjaga sistem keseimbangan tubuh manusia.
“Kalau vertigo itu penyebabnya yang saya tahu ada dari kuping sama dari otak. Ketidakseimbangan, saya (kenanya) dari kuping,” tutur Ferry saat mengenang kembali masa-masa sulit tersebut. Karena kondisi ini pula, tim medis memberikan wejangan serius bagi sang aktor, terutama terkait kegemarannya di dunia otomotif.
Dilema Antara Hobi Touring dan Instruksi Dokter
Sebagai sosok yang sangat mencintai aktivitas berkendara motor besar, larangan dokter menjadi tantangan tersendiri bagi Ferry Maryadi. Dokter sempat menyarankan agar ia tidak lagi melakukan perjalanan jarak jauh atau berkendara secara mandiri dalam durasi lama demi mencegah risiko serangan susulan yang bisa membahayakan nyawa di jalan raya.
Namun, hasrat untuk tetap menyalurkan hobi touring tak lantas padam begitu saja. Ferry mengaku terus mencari jalan tengah agar tetap bisa menyalurkan hobinya dengan aman tanpa mengabaikan kondisi fisiknya. Strategi utamanya saat ini adalah dengan tidak pernah lupa membawa persediaan obat-obatan khusus di kantongnya ke mana pun ia pergi.
“Dokter saya bilang sebenernya sudah tidak menyarankan saya berkendara lagi secara jauh. Cuma saya bilang gimana caranya saya bisa berkendara, ya harus selalu sedia obat,” imbuhnya dengan nada optimis.
Restu Deswita Maharani yang Perlahan Melunak
Kekhawatiran tentu saja menyelimuti sang istri, Deswita Maharani. Di awal-awal masa pemulihan setelah insiden di UGD tersebut, Deswita sempat melarang keras suaminya untuk kembali melakukan aktivitas berat, termasuk touring jarak jauh yang menguras fisik. Namun, melihat kedisiplinan Ferry dalam menjaga kondisi dan mengonsumsi obat, perlahan larangan tersebut mulai melunak.
Kini, dukungan sang istri lebih ditekankan pada pengawasan agar Ferry tetap merasa bahagia dan tidak terbebani secara psikis, mengingat faktor stres juga dapat memicu gangguan kesehatan. “Saat itu sih dilarang, ya. Lama-lama udah ya sudahlah, yang penting tetap terjaga dan happy saja,” pungkas Ferry.
Kisah ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap gejala gangguan keseimbangan dan segera mencari bantuan medis profesional sebelum kondisi memburuk.