Transformasi Ria Ricis: Antara Estetika dan Perjuangan Sembuh dari Kelainan Tulang Hidung
Kamis, 28 Mei 2026 05:34 WIB
Kabarmalam.com — Sorotan publik belakangan ini tertuju pada penampilan terbaru YouTuber kondang, Ria Ricis, yang terlihat berbeda dengan profil hidung yang lebih proporsional dan mancung. Menanggapi rasa penasaran netizen, perempuan berusia 30 tahun tersebut akhirnya buka suara mengenai transformasi fisiknya yang ternyata menyimpan cerita perjuangan medis yang cukup panjang.
Keputusan Ricis untuk menjalani prosedur rinoplasti atau operasi plastik pada bagian hidung diakuinya bukan sekadar ambisi untuk tampil lebih cantik. Di balik perubahan visual tersebut, terdapat masalah kesehatan serius yang telah mengganggu kualitas hidupnya selama bertahun-tahun. Pemeriksaan radiologi mendalam menunjukkan bahwa Ricis menderita kelainan struktur tulang hidung yang signifikan.
Diagnosis Medis yang Menahun
Jauh sebelum memutuskan naik ke meja operasi, Ricis sebenarnya telah melakukan konsultasi medis di RSCM sejak beberapa tahun silam. Hasil pemeriksaan medis kala itu mengonfirmasi bahwa tulang hidungnya mengalami kemiringan atau bengkok ke sisi kiri. Kondisi ini secara otomatis menyumbat salah satu saluran pernapasannya, membuat pasokan oksigen yang masuk menjadi tidak optimal.
“Pertimbangannya memang sudah sangat lama. Waktu dicek, memang tulangnya bengkok ke kiri. Karena kalau posisi tulangnya seperti itu, ada jalur napas yang tertutup dan membuat saya sangat tidak nyaman saat beraktivitas,” ungkap bintang film Thaghut tersebut saat ditemui tim redaksi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Ketergantungan Obat Semprot Selama Lima Tahun
Dampak dari kelainan struktur tulang tersebut memaksa Ria Ricis untuk bergantung pada bantuan farmakologi. Ia mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dirinya sempat mengalami ketergantungan pada obat semprot hidung jenis dekongestan selama lima tahun berturut-turut. Padahal, penggunaan obat jenis ini secara medis sangat dibatasi durasinya.
“Dulu saya pakai obat semprot itu sehari bisa 4 sampai 5 kali. Padahal aturannya hanya boleh sekali sehari dan maksimal dipakai selama 5 hari saja. Tapi karena kondisi hidung saya, saya memakainya selama 5 tahun nonstop agar bisa bernapas lega,” kenangnya dengan nada serius. Ketergantungan ini menjadi salah satu pemicu kuat baginya untuk mencari solusi permanen melalui jalur pembedahan.
Prosedur Rekonstruksi Menggunakan Tulang Iga
Demi memulihkan fungsi pernapasannya secara total, adik dari Oki Setiana Dewi ini akhirnya memilih menjalani tindakan medis di luar negeri. Operasi yang dijalaninya melibatkan teknik rekonstruksi yang cukup kompleks, di mana tim dokter harus memperbaiki posisi tulang yang bengkok.
“Kemarin itu prosesnya diperbaiki, ada bagian yang dikikis, dipotong, lalu diisi kembali menggunakan tulang iga sebagai penyangga, sekalian posisinya dinaikkan,” jelas Ricis mendetail mengenai prosedur bedah yang ia jalani.
Hasil Akhir: Kesehatan yang Utama
Kini, setelah melewati masa pemulihan dan bengkak pascaoperasi yang berangsur menghilang, Ricis merasakan perubahan besar dalam hidupnya. Ia mengaku jauh lebih sehat dan merasa seolah mendapatkan kesempatan kedua untuk bernapas dengan normal tanpa bantuan obat-obatan lagi.
Meskipun publik banyak memuji penampilannya yang kini terlihat lebih estetik, bagi Ricis, bisa bernapas dengan lancar adalah anugerah terbesar dari prosedur operasi plastik tersebut. “Alhamdulillah, setelah diluruskan dan diperbaiki, saya dapat dua keuntungan sekaligus: fungsinya kembali normal bisa bernapas lega, dan bonusnya secara estetik juga jadi lebih baik,” tutupnya dengan senyum syukur.