Sentil Fenomena Viral Jalur Sensasi, Tya Ariestya: Dulu Kita Berjuang Lewat Karya, Bukan Sekadar Cari Perhatian
Selasa, 21 Apr 2026 18:40 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah riuh rendahnya jagat maya yang kerap mengorbitkan nama-nama baru dalam sekejap, artis cantik Tya Ariestya melontarkan pandangan yang cukup mendalam mengenai standar popularitas masa kini. Bukan sekadar mengejar angka pengikut, Tya menekankan pentingnya esensi dan nilai di balik sebuah ketenaran di era digital yang semakin dinamis.
Momen ini mencuat saat Tya tengah menghabiskan waktu di villa mewah milik pasangan Zaskia Sungkar dan Irwansyah. Namun, alih-alih hanya terbuai dengan kemewahan bangunan tersebut, Tya justru berbagi keresahannya mengenai fenomena viral yang belakangan ini didominasi oleh hal-hal yang kurang substansial. Mantan atlet Taekwondo ini menyatakan kekagumannya pada sosok-sosok yang mencuri perhatian publik karena bakat murni dan kerja keras.
Apresiasi untuk Prestasi yang Menginspirasi
Tya Ariestya mengaku sangat tersentuh ketika melihat konten positif yang menunjukkan keahlian seseorang. Salah satu yang ia contohkan adalah video seorang bocah dengan kemampuan olah bola yang mumpuni. Baginya, konten berbasis prestasi seperti itulah yang layak mendapatkan panggung dan apresiasi luas dari masyarakat.
“Aku senang banget kalau ada yang viral karena prestasi, keunikan, atau kebaikan. Sesuatu yang berbeda, tapi dalam arti positif,” tutur Tya saat memberikan keterangan di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Sebagai figur yang sudah lama malang melintang di dunia entertainment, Tya merasakan betul perbedaan kontras antara perjuangan artis generasinya dengan kemudahan yang ditawarkan teknologi saat ini. Baginya, menjadi figur publik di masa lalu menuntut sebuah tanggung jawab moral berupa karya yang nyata dan berkualitas.
Sindiran Halus untuk Ketenaran Tanpa Isi
Ibu dua anak ini mengenang betapa berlikunya jalan menuju kesuksesan di industri hiburan tanah air sebelum era media sosial sedahsyat sekarang. Tidak ada jalan pintas atau algoritma yang bisa melambungkan nama seseorang tanpa adanya usaha keras dan dedikasi pada profesi. Ia pun memberikan sindiran halus terhadap tren saat ini di mana popularitas sering kali didapat hanya melalui sensasi yang tidak mendidik.
“Kita yang sudah lama berkecimpung di industri ini tahu betul, dulu itu susah sekali untuk dikenal luas atau viral. Harus punya karya dulu sebagai bukti. Sekarang, rasanya menjadi viral itu sangat gampang,” ungkap Tya dengan nada reflektif.
Melalui pandangannya ini, Tya berharap agar panggung media sosial lebih banyak diisi oleh talenta-talenta berbakat yang mampu memberikan dampak positif bagi penontonnya. Ia menegaskan dukungannya bagi siapa pun yang berupaya meniti karier dengan jalur yang benar dan inspiratif. Bagi Tya, popularitas yang dibangun di atas fondasi karya akan jauh lebih bermartabat dan bertahan lama dibandingkan mereka yang hanya mencari sorotan lewat kontroversi sesaat.