Dedikasi Abadi Harry Kiss: Gelar Kurban Atas Nama Vidi Aldiano dengan Konsep Pesta Rakyat
Senin, 25 Mei 2026 14:35 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah suasana khidmat menjelang peringatan hari raya kurban, Harry Kiss, ayah dari mendiang penyanyi berbakat Vidi Aldiano, mengungkapkan rencana menyentuh untuk menghormati memori putranya. Menjelang perayaan Idul Adha 2026, Harry telah memantapkan niat untuk mempersembahkan ibadah kurban secara khusus atas nama putra tercintanya yang telah berpulang pada Maret 2026 lalu.
Langkah ini bukan sekadar menjalankan kewajiban agama, melainkan sebuah bentuk dedikasi keluarga yang mendalam. Harry ingin memastikan bahwa semangat kebaikan yang selama ini terpancar dari sosok Vidi tetap hidup dan dirasakan oleh masyarakat luas. Dengan penuh ketulusan, ia menceritakan bagaimana dirinya berkomunikasi dengan pihak penyelenggara untuk memastikan niatnya tersampaikan dengan sempurna.
“Saya bilang, ‘Saya yang bayar atas namanya dia (Vidi Aldiano) ini, boleh kan?’ ‘Boleh, atas nama Vidi boleh sekali’. Ya sudah nanti atas nama Vidi,” ungkap Harry Kiss saat berbagi cerita di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.
Konsistensi Memilih Kambing dan Makna Personal
Dalam hal pemilihan hewan kurban, Harry Kiss memiliki preferensi yang sudah lama ia pegang teguh. Alih-alih mengikuti tren kurban sapi secara kolektif atau patungan, ia lebih memilih untuk menyembelih kambing secara individu. Menurutnya, ada nilai personal dan kepuasan batin tersendiri dalam menjaga tradisi ini.
“Kita kurban dari dulu kambing,” jelasnya. Baginya, konsistensi ini merupakan bagian dari identitas keluarga dalam menjalankan aksi sosial setiap tahunnya.
Misi Besar: Mengubah Pembagian Daging Menjadi Pesta Rakyat
Namun, yang membuat rencana Harry Kiss kali ini benar-benar istimewa adalah visinya dalam mendistribusikan manfaat kurban tersebut. Harry tidak ingin terjebak dalam pola distribusi konvensional yang seringkali jangkauannya terbatas. Ia justru menggagas konsep “Pesta Rakyat” yang memungkinkan lebih banyak orang menikmati keberkahan kurban secara bersama-sama.
Harry memiliki kalkulasi tersendiri mengenai efektivitas konsep ini. Baginya, satu potong daging yang dibagikan secara mentah mungkin hanya menjangkau segelintir orang. Namun, jika dikemas dalam acara makan bersama atau “nyate bareng”, jumlah penerima manfaat bisa membengkak hingga ribuan orang.
“Kami itu lebih senang menyelenggarakan yang kayak pesta rakyat, nyate bareng kurban. Ya kan kalau kurban paling-paling satu potong kambing jadi berapa? 30 kan? Kalau kita bikin acara, bisa sampai 5.000 orang,” bebernya dengan penuh semangat.
Melalui inisiatif ini, Harry Kiss berharap daging kurban tersebut tidak hanya sekadar menjadi santapan, tetapi juga menjadi sarana penyambung kebahagiaan bagi banyak orang. Esensi dari ibadah kurban bagi Harry adalah tentang seberapa luas senyum yang bisa tercipta dan seberapa banyak perut yang bisa dikenyangkan melalui rezeki yang dibagikan, persis seperti nilai-nilai kedermawanan yang selalu melekat pada sosok Vidi Aldiano semasa hidupnya.