Bantah Tudingan Penganiayaan, Erin Trigina Serahkan Bukti CCTV 12 Titik ke Polisi
Sabtu, 23 Mei 2026 12:33 WIB
Kabarmalam.com — Tabir gelap di balik tuduhan kekerasan yang menyeret nama Rien Wartia Trigina, atau yang akrab disapa Erin, mulai tersingkap. Menanggapi laporan hukum yang dilayangkan mantan asisten rumah tangganya (ART), Herawati, Erin secara kooperatif menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk memberikan klarifikasi mendalam.
Didampingi tim kuasa hukumnya, Erin menjalani proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang berlangsung intens selama beberapa jam. Kabarnya, sekitar 22 butir pertanyaan diajukan penyidik untuk menggali kebenaran atas laporan dugaan penganiayaan yang sempat mencuat ke publik beberapa waktu lalu.
Bukti Digital yang Membungkam Tuduhan
Langkah Erin tidak sekadar menjawab pertanyaan. Pihaknya membawa ‘senjata pemungkas’ berupa satu unit recorder CCTV asli dari kediamannya. Bukti ini diserahkan untuk membantah segala narasi kekerasan yang dituduhkan oleh pihak pelapor. Stivany Agusia, salah satu kuasa hukum Erin, menegaskan bahwa rekaman tersebut merekam setiap detil peristiwa tanpa ada potongan sedikit pun.
“Kami sudah membedah isi rekaman tersebut secara internal. Hasilnya sangat jelas, tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan sebagaimana yang dituduhkan pelapor kepada klien kami,” ujar Stivany di hadapan awak media pada Jumat malam (22/5/2026).
Menepis Klaim Cekik Hingga Todongan Senjata
Lebih lanjut, tim hukum lainnya, Adlina Amalia, menguraikan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada Erin tergolong berat, mulai dari aksi mencekik, mencakar, hingga ancaman menggunakan senjata tajam atau pisau. Namun, keberadaan belasan kamera pengawas di rumah Erin menjadi saksi bisu yang tak terbantahkan.
“Rumah klien kami dilengkapi dengan kurang lebih 12 titik CCTV. Semua pergerakan mantan ART tersebut terekam dengan sangat terperinci di dalam rumah. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi akan terlihat jelas, termasuk apakah adegan mencekik atau menodongkan pisau itu nyata atau sekadar fiksi,” papar Adlina dengan nada tegas.
Hingga saat ini, proses hukum masih terus bergulir di meja penyidik. Pihak Erin menyatakan akan tetap mengedepankan hak hukum mereka dan menyerahkan sepenuhnya tindak lanjut pemeriksaan bukti-bukti tersebut kepada pihak berwajib guna mengungkap kebenaran yang sesungguhnya di balik kasus ini.