9 Tahun Menanti, Rifky Alhabsyi Berbagi Kisah Haru di Balik Kelahiran Sang Buah Hati
Kamis, 21 Mei 2026 12:03 WIB
Kabarmalam.com — Sembilan tahun bukanlah waktu yang singkat bagi pasangan suami istri untuk menanti kehadiran tangis bayi di rumah mereka. Bagi aktor Rifky Alhabsyi, penantian panjang tersebut kini telah bermuara pada kebahagiaan yang tak terlukiskan. Setelah melewati berbagai rintangan medis dan emosional, Rifky dan sang istri akhirnya resmi menyandang status baru sebagai orang tua.
Perjuangan Panjang Menuju Garis Finish
Perjalanan ini tidaklah mudah. Rifky mengenang kembali masa-masa kelam yang sempat membuat mereka hampir menyerah. Pada tahun 2018, pasangan ini harus merelakan janin mereka akibat kehamilan luar kandungan. Tak berhenti di situ, pada tahun 2022, sang istri kembali harus naik ke meja operasi untuk prosedur tuba falopi. Baru pada tahun 2025, melalui program bayi tabung (IVF), harapan itu kembali menyala dan membuahkan hasil manis.
Ketegangan di Ruang Operasi
Momen persalinan yang dilakukan secara caesar ternyata menyisakan trauma sekaligus rasa syukur mendalam bagi Rifky. Ia menceritakan bagaimana jantungnya berdegup kencang saat dokter memberikan instruksi untuk menyiapkan ruang NICU. Kekhawatiran muncul karena berat badan sang bayi diprediksi di bawah standar aman.
“Jujur, saya sangat gugup. Dokter sempat minta disiapkan ruang NICU karena berat bayi diperkirakan hanya 2,2 kg. Namun, keajaiban seolah datang saat bayi lahir dan menangis kencang. Begitu ditimbang, beratnya mencapai hampir 2,5 kg, sehingga tidak perlu masuk perawatan intensif,” tutur Rifky dengan nada haru saat ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Saksi Kehebatan Sang Istri
Selama proses medis berlangsung, Rifky memilih untuk tetap mendampingi di sisi sang istri. Namun, keteguhan hatinya sempat goyah saat ia tidak sengaja melihat proses bedah yang sedang berlangsung. Pengalaman itu memberinya perspektif baru mengenai perjuangan seorang ibu dalam mempertaruhkan nyawa demi buah hatinya.
“Kaki saya sampai gemetar melihatnya. Rasanya ngilu sekali. Di situ saya baru benar-benar sadar betapa luar biasanya pengorbanan istri saya,” ungkapnya emosional sembari menahan air mata.
Menikmati Peran Sebagai Ayah Baru
Kini, hari-hari Rifky berubah drastis. Meski baru hitungan hari menjadi seorang ayah, ia mengaku sangat menikmati perannya. Ia menceritakan momen sakral saat pertama kali menggendong putranya dan melantunkan azan dengan suara bergetar. Kini, ia bahkan tak keberatan harus terjaga di malam hari untuk mendampingi istrinya memberikan ASI eksklusif bagi putra tercinta.
Sifat protektif pun mulai muncul secara alami. Rifky mengaku menjadi lebih posesif terhadap sang buah hati, mengingat betapa berharganya kehadiran nyawa kecil ini setelah penantian hampir satu dekade yang penuh air mata.