Babak Baru Perseteruan Gideon Tengker: Tuntut Kejelasan Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Rieta Amilia dan Nagita Slavina
Selasa, 19 Mei 2026 23:33 WIB
Kabarmalam.com — Perseteruan hukum antara musisi senior Gideon Tengker dengan mantan istrinya, Rieta Amilia, serta kedua buah hatinya, Nagita Slavina dan Caca Tengker, memasuki babak baru yang kian memanas. Didampingi kuasa hukumnya, Erles Rareral, Gideon kembali menyambangi Polda Metro Jaya pada Selasa (19/5/2026) untuk mempertanyakan kelanjutan laporan dugaan pemalsuan surat yang telah ia layangkan sejak lama.
Optimisme Kuasa Hukum di Tangan Penyidik Baru
Kasus yang menyeret nama-nama besar di dunia hiburan ini berakar dari dugaan pemalsuan tanda tangan dalam dokumen kesepakatan perceraian di masa lalu. Gideon menduga kuat bahwa tanda tangannya telah dipalsukan dalam berkas tersebut. Tak hanya Rieta, nama Nagita Slavina dan Caca Tengker juga turut dilaporkan karena diduga mengetahui atau ikut terlibat dalam proses administratif dokumen yang dipersoalkan tersebut.
Erles Rareral menyatakan optimisme tinggi setelah berdiskusi dengan tim penyidik dari unit Jatanras. Ia melihat adanya semangat baru dalam penanganan perkara ini. “Kami berdiskusi dengan para penyidik baru dari Jatanras. Saya sangat optimis tahun ini selesai. Harus selesai,” tegas Erles saat ditemui di Polda Metro Jaya. Menurutnya, regenerasi di tubuh penyidik memberikan harapan baru bagi pencarian keadilan kliennya.
Agenda Pemanggilan Saksi pada Awal Juni
Terkait proses pemeriksaan, Erles mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Rieta Amilia sebenarnya sudah pernah memberikan keterangan kepada penyidik secara diam-diam. Namun, proses hukum tidak berhenti di situ. Pihak kepolisian dijadwalkan akan kembali memanggil Rieta bersama kedua putrinya, Nagita dan Caca, untuk memberikan keterangan lebih mendalam.
“Ketiganya pasti akan dipanggil dalam waktu dekat. Ya, mungkin awal Juni mendatang mereka sudah harus menghadap penyidik,” tambah Erles. Kepastian pemanggilan ini menjadi sinyal kuat bahwa laporan yang diajukan Gideon Tengker mulai menunjukkan kemajuan signifikan setelah sempat terkatung-katung.
Curahan Hati Seorang Ayah: Antara Hukum dan Kerinduan
Di balik langkah hukum yang terkesan dingin, Gideon Tengker tak mampu menyembunyikan sisi emosionalnya sebagai seorang ayah. Ia mengaku bahwa konflik keluarga ini sempat mengguncang kondisi kesehatannya. Meski begitu, ia mengaku tetap berserah diri dan berharap ada mukjizat yang bisa memulihkan hubungan darah yang kini merenggang.
Gideon mengungkapkan kerinduan yang mendalam terhadap anak-anak dan cucu-cucunya. Namun, sulitnya menjalin komunikasi membuatnya merasa tersisih. “Pikiran saya, kata-kata saya cukup. Untuk keluarga yang saya sayang, saya harap segera atau kapan pun hubungan kita bisa kembali baik. Bagaimana rasanya kalau anak sendiri tidak mau menemui bapaknya?” tutur Gideon dengan nada lirih.
Kini, Gideon hanya bisa menanti proses hukum berjalan sembari berharap ada titik temu yang bisa mempersatukan kembali keluarganya. Publik pun terus memantau apakah kasus pemalsuan surat ini akan berakhir di meja hijau atau justru berakhir dengan perdamaian di antara mereka.