Nestapa Ammar Zoni di Balik Dinginnya Jeruji Nusakambangan, Sang Adik Ungkap Ketakutan Terbesar
Jumat, 15 Mei 2026 05:34 WIB
Kabarmalam.com — Bayang-bayang kelam Lapas Nusakambangan tampaknya menjadi mimpi buruk yang nyata bagi aktor Ammar Zoni. Setelah dikembalikan ke lapas dengan sistem pengamanan super ketat tersebut, kondisi psikologis mantan suami Irish Bella ini dikabarkan terus merosot akibat rasa trauma yang mendalam.
Sang adik, Aditya Zoni, mengungkapkan bahwa kakaknya merasa sangat tertekan dan ketakutan atas perlakuan yang ia terima di sana. Ammar merasa seolah dipandang sebagai bandar narkoba kelas kakap, padahal ia dengan tegas menyatakan bahwa dirinya hanyalah seorang pecandu yang butuh pertolongan, bukan pengedar.
Jeritan Hati dari Balik Sel Sempit
“Dia benar-benar takut dipindahkan lagi ke sana. Saya bisa melihat ketakutan itu langsung dari matanya,” ujar Aditya saat memberikan keterangan di kawasan Jakarta. Pengalaman mendekam di pulau penjara tersebut memberikan bekas luka mental yang signifikan bagi sang aktor dalam rentetan kasus narkoba yang menjeratnya.
Aditya juga membeberkan detail memprihatinkan mengenai kondisi fisik Ammar selama berada di dalam sel. Keterbatasan ruang gerak membuat Ammar harus tidur dengan posisi yang tidak manusiawi, sebuah kondisi yang memicu kekhawatiran serius akan kesehatan fisiknya dalam jangka panjang.
- Kondisi tempat tidur yang sangat sempit dan tidak nyaman.
- Posisi tidur dengan kaki ditekuk yang menyiksa fisik.
- Ancaman gangguan kesehatan saraf hingga risiko kelumpuhan.
- Sangat terbatasnya akses untuk menghirup udara segar dan sinar matahari.
“Dia cerita semuanya, bagaimana tidurnya tidak nyaman sampai kakinya harus terus ditekuk. Bahkan Ammar sempat mengeluh, ‘Bisa lumpuh gue lama-lama di sini’,” tambah Aditya dengan nada prihatin menceritakan keluh kesah kakaknya.
Perjuangan Hukum Demi Kesehatan Mental
Selain masalah fisik, kesehatan mental Ammar Zoni kini menjadi prioritas utama pihak keluarga. Fakta bahwa ia hanya diperbolehkan keluar ruangan untuk terpapar sinar matahari sebanyak dua kali dalam seminggu dianggap sangat menyiksa. Kondisi isolasi yang ketat ini memicu trauma mendalam bagi pria yang kini menghadapi jeratan hukum narkoba untuk keempat kalinya.
Menyikapi situasi yang kian mengkhawatirkan, tim kuasa hukum yang dipimpin oleh Jon Mathias tengah memutar otak untuk mengambil langkah hukum strategis. Mereka saat ini sedang mengupayakan proses asesmen agar status pengamanan Ammar Zoni bisa diturunkan dari tingkat high security menjadi medium security.
Targetnya adalah agar Ammar bisa mendapatkan fasilitas yang lebih layak dan akses kesehatan yang memadai untuk memulihkan kondisi psikisnya. Langkah ini dianggap krusial agar Ammar tidak semakin terpuruk di balik tembok Lapas Nusakambangan. Pihak keluarga berharap adanya pertimbangan kemanusiaan, mengingat status Ammar yang bersikeras hanya sebagai pengguna, meskipun sebelumnya sempat muncul dugaan keterlibatan peredaran narkoba saat berada di Lapas Salemba.
Kini, keluarga hanya bisa berharap proses hukum berjalan adil dan Ammar mendapatkan kesempatan untuk benar-benar sembuh dari ketergantungan zat terlarang tersebut tanpa harus kehilangan kesehatan mental maupun fisiknya di penjara.