Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kisah Haru Bunga Zainal Lepas Kepergian Ayah: Perjuangan Lawan Kanker hingga Hilang Suara

Darman | kabarmalam.com
Rabu, 06 Mei 2026 12:34 WIB
Kisah Haru Bunga Zainal Lepas Kepergian Ayah: Perjuangan Lawan Kanker hingga Hilang Suara

Kabarmalam.com — Suasana duka yang mendalam menyelimuti keluarga besar selebritas Bunga Zainal saat mengantarkan sang ayah, Sapuri bin Husein, ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Di balik prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, tersingkap sebuah narasi perjuangan luar biasa dari almarhum dalam menghadapi penyakit kanker yang telah diidapnya selama beberapa tahun belakangan ini.

Kesehatan Sapuri bin Husein diketahui mulai menunjukkan penurunan yang signifikan sejak tahun 2021. Bunga Zainal mengungkapkan bahwa ayahnya didiagnosa mengidap kanker tepat setelah badai pandemi COVID-19 mulai mereda. Sejak saat itu, hari-hari almarhum diwarnai dengan berbagai prosedur medis dan pengobatan intensif demi kesembuhan yang sangat dinantikan oleh keluarga.

Baca Juga  Antusiasme Betrand Peto Sambut Idul Adha, Buru Sapi Raksasa Bersama Ruben Onsu untuk Berbagi

Riwayat Penyakit dan Kehilangan Kemampuan Bicara

Penyakit yang diderita sang ayah bukanlah lawan yang mudah. Berbagai jenis perawatan dan tindakan medis berat telah ditempuh. Salah satu dampak yang paling menyedihkan bagi keluarga adalah hilangnya kemampuan berkomunikasi almarhum secara verbal. Akibat prosedur operasi yang dijalani untuk mengatasi sel kanker, ayah Bunga Zainal harus merelakan suaranya hilang hingga akhir hayatnya.

“Karena Papa terakhir itu memang sudah tidak bisa berkomunikasi lagi ya, pasca operasi itu otomatis suaranya hilang. Namun, kami sebagai keluarga sangat memahami apa yang beliau inginkan, seperti keinginan untuk tidak lagi bergantung pada alat-alat medis tertentu,” ungkap Bunga Zainal dengan nada tegar saat ditemui di lokasi pemakaman pada Rabu (6/5/2026).

Baca Juga  Mengintip Kesuksesan Run For Humanity 2026: Langkah Nyata Dimas Seto Ajak Ribuan Pelari di Bandung Peduli Sesama

Keputusan Keluarga Menuruti Keinginan Terakhir

Memasuki fase kritis, pihak keluarga menyadari bahwa fisik almarhum sudah mencapai titik lelah setelah bertahun-tahun berjuang. Bunga menceritakan bahwa ayahnya memberikan isyarat kuat bahwa ia tidak ingin lagi menjalani perawatan di rumah sakit. Menghormati keputusan tersebut, keluarga akhirnya sepakat untuk merawat beliau di rumah agar suasana terasa lebih hangat dan dekat dengan orang-orang tercinta.

“Kami melihat Papa sudah sangat lelah. Fisiknya sudah berjuang begitu hebat. Jadi, permintaannya untuk tetap di rumah kami kabulkan,” jelasnya lebih lanjut. Bunga menyebutkan bahwa meskipun komunikasi hanya dilakukan lewat bahasa isyarat dan tatapan mata, kehadiran seluruh anak-anak di sisi beliau memberikan kekuatan tersendiri bagi almarhum.

Baca Juga  Perseteruan Memanas! Erin Tak Beri Ampun, Siap Seret Eks ART ke Meja Hijau Tanpa Jalur Damai

Menutup Usia dengan Tenang sebagai Sosok Pejuang

Bagi Bunga Zainal, ayahnya adalah sosok pejuang sejati. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya di kediaman mereka di kawasan Jakarta Barat, almarhum sempat menunjukkan semangat luar biasa untuk bertahan hingga semua anggota keluarganya berkumpul. Kini, duka itu perlahan berganti dengan keikhlasan, mengetahui bahwa sang ayah tidak lagi merasakan sakit yang selama ini membelenggunya.

Kepergian Sapuri bin Husein meninggalkan kenangan mendalam akan ketabahan seorang ayah. Riwayat penyakit yang berat tidak melunturkan kasih sayangnya, dan kini ia telah beristirahat dengan tenang, meninggalkan warisan semangat bagi anak-anak yang mencintainya.

Tentang Penulis
Darman
Darman