Kontroversi Gaun Murah Istri Menhan AS: Aksi Nyinyir Influencer Ella Devi Malah Berujung ‘Senjata Makan Tuan’
Kamis, 30 Apr 2026 08:34 WIB
Kabarmalam.com — Kemewahan biasanya menjadi identitas utama dalam setiap perhelatan bergengsi di Washington D.C. Namun, penampilan Jennifer Hegseth, istri dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, dalam acara White House Correspondents’ Dinner baru-baru ini justru memicu perdebatan panas yang membelah jagat maya. Bukan karena harganya yang selangit, melainkan karena pilihannya yang dinilai terlalu ‘merakyat’ untuk standar kaum elit.
Jennifer tertangkap kamera mengenakan gaun yang diduga kuat berasal dari brand fast fashion asal China, Shein, yang jamak ditemukan di marketplace Temu. Pilihan busana ini menjadi viral setelah seorang influencer muda berusia 18 tahun, Ella Devi, melontarkan kritik pedas melalui akun media sosialnya. Ella secara terang-terangan mengolok-olok Jennifer karena memilih gaun yang dianggapnya tidak layak untuk acara sekaliber gala Gedung Putih.
Komentar Pedas yang Berujung Kontroversi
“Istri Pete Hegseth memakai gaun dari Temu ke White House Correspondents’ Dinner. Aku tidak bercanda,” tulis Ella di platform X sembari melampirkan tangkapan layar gaun serupa yang dibanderol dengan harga di bawah US$ 20 atau sekitar Rp 300 ribuan. Unggahan ini dengan cepat memancing reaksi dari para pengguna media sosial di seluruh dunia.
Namun, alih-alih mendapat dukungan, Ella Devi justru panen hujatan. Netizen menyoroti inkonsistensi antara kritik yang ia lontarkan dengan ideologi yang selama ini ia banggakan. Ella yang melabeli dirinya sebagai ‘socialist socialite’—sosok yang vokal mendukung sistem ekonomi pro-rakyat namun tetap bergaya hidup mewah—dinilai telah menunjukkan sikap munafik.
Ironi Sang ‘Sosialis’ yang Mengagungkan Kemewahan
Publik menyoroti betapa anehnya seorang yang mengaku sosialis justru merendahkan orang lain hanya karena tidak menghabiskan ribuan dolar untuk sebuah pakaian. “Bukankah kelompok kiri sering berteriak soal ‘lawan orang kaya’? Sekarang mereka malah mengejek seseorang yang tidak membuang US$ 10.000 untuk gaun sekali pakai?” sindir salah satu netizen dalam sebuah diskusi hangat mengenai gaya hidup para tokoh publik.
Kritik terhadap Ella semakin tajam ketika netizen mulai membedah konten-konten lamanya. Di balik narasi sosialis yang ia bangun, Ella kerap memamerkan koleksi barang mewah dari rumah mode ternama seperti Chanel, Burberry, hingga Givenchy. Hal ini menciptakan citra yang kontradiktif di mata publik, di mana ia dianggap lebih sibuk menghakimi pengeluaran orang lain daripada menerapkan nilai-nilai kesederhanaan yang sering ia gaungkan dalam isu politik.
Jennifer Hegseth dan Konsistensi Gaya Sederhana
Di sisi lain, pilihan fashion Jennifer Hegseth sebenarnya bukan hal baru. Berita internasional mencatat bahwa ini bukan pertama kalinya Jennifer tampil dengan busana dari brand fast fashion. Ia sebelumnya pernah terlihat mengenakan outfit serupa dalam berbagai pertemuan formal, termasuk saat bertemu dengan Donald Trump. Pilihan ini seolah menunjukkan karakter pribadinya yang lebih mengutamakan fungsionalitas dan kenyamanan daripada sekadar label harga.
Fenomena ini memberikan gambaran menarik tentang dinamika fashion di era digital, di mana sebuah gaun seharga 300 ribu rupiah bisa memicu diskusi mendalam tentang kelas sosial, ideologi politik, hingga standar ganda di media sosial.