Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kisah Haru Devi: Pakai Toga di Lorong Bus Demi Restu Orang Tua yang Berangkat Haji

Jurnal | kabarmalam.com
Minggu, 03 Mei 2026 09:04 WIB
Kisah Haru Devi: Pakai Toga di Lorong Bus Demi Restu Orang Tua yang Berangkat Haji

Kabarmalam.com — Di balik deru mesin bus yang bersiap mengantarkan rombongan jamaah haji menuju embarkasi, sebuah momen emosional terekam kamera dan menyentuh hati ribuan warganet. Bukan di dalam aula megah atau gedung universitas yang riuh dengan tepuk tangan, seorang wisudawati asal Sulawesi Barat memilih merayakan keberhasilannya di lorong sempit sebuah bus demi menemui kedua orang tuanya.

Antara Toga dan Keberangkatan ke Tanah Suci

Momen yang mendadak viral di jagat maya melalui unggahan akun TikTok @abcdepiiili ini memperlihatkan pemandangan yang tak biasa. Dalam balutan kebaya biru yang senada dengan seragam batik haji sang ayah, seorang gadis tampak memindahkan tali toganya sendiri. Di hadapannya, sang ayah dan ibu yang siap berangkat menunaikan rukun Islam kelima tak mampu membendung rasa bangga sekaligus haru.

Baca Juga  Menanggalkan Gemerlap Panggung, Kisah Choi Kang Hee yang Kini Bahagia Jadi Pembersih Rumah Artis

Kejadian ini bermula ketika jadwal wisuda sang anak ternyata berbenturan langsung dengan jadwal keberangkatan haji orang tuanya. Dilema antara merayakan pencapaian akademik atau mengantar orang tua ke tanah suci akhirnya melahirkan pertemuan singkat yang penuh air mata di dalam bus rombongan.

Perjuangan Mengejar Bus Demi Sebuah Restu

Sosok di balik video viral tersebut adalah Devi Febrianti, seorang gadis berusia 22 tahun asal Majene, Sulawesi Barat. Devi merupakan anak bungsu dari 11 bersaudara yang baru saja menyelesaikan studinya di STAIN Majene, Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam. Kepada tim Kabarmalam.com, Devi menceritakan betapa campur aduk perasaannya saat itu.

“Momen itu terjadi pada hari Senin, 27 April, tepat setelah acara wisuda saya selesai,” ungkap Devi. Ia mengaku sempat merasa sedih karena kursi pendampingnya di gedung wisuda kosong tanpa kehadiran orang tua. Namun, keinginan kuat untuk menunjukkan keberhasilannya membuat Devi langsung bergegas mencari keberadaan bus rombongan jamaah haji segera setelah prosesi di kampus berakhir.

Baca Juga  Kisah Haru Josephine Foong: 14 Tahun Menanti, Melawan Kanker, hingga Mukjizat Bayi Kembar di Usia 41

Pertemuan Singkat di Persinggahan Masjid

Nasib baik berpihak padanya, Devi berhasil mengejar bus tersebut saat sedang beristirahat di salah satu masjid besar di wilayah Majene. Di sanalah, di antara kursi-kursi bus yang dipenuhi jamaah, Devi memindahkan tali toganya sebagai simbol bahwa dirinya telah resmi menjadi sarjana di hadapan kedua orang tuanya.

“Kedua orang tua saya berangkat dari Mamuju, sementara tempat kuliah saya di Majene. Kami bertemu di titik persinggahan agar saya tetap bisa mencium tangan mereka sebelum mereka berangkat,” tambahnya dengan nada getir namun penuh syukur.

Simpati dan Doa dari Warganet

Unggahan tersebut tak pelak memancing simpati dari ribuan pengguna media sosial. Banyak yang mengaku merinding dan ikut meneteskan air mata melihat bakti seorang mahasiswa yang begitu tulus. Doa-doa mengalir deras, baik untuk kesuksesan karier Devi ke depan maupun untuk kesehatan kedua orang tuanya agar menjadi haji yang mabrur.

Baca Juga  Deep Talk vs Meme War: Membedah Perbedaan Gaya PDKT Milenial dan Gen Z yang Unik

Kisah Devi menjadi pengingat bahwa setinggi apa pun gelar yang diraih, restu orang tua tetaplah puncak dari segala pencapaian. Meski tanpa perayaan mewah, momen di lorong bus tersebut terasa jauh lebih bermakna bagi keluarga besar Devi Febrianti.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com