Dilema Bisnis dan Perceraian: Rendy Samuel Pastikan Gurita Bisnis Skincare Tetap Kokoh Meski Berpisah dengan Shindy
Rabu, 29 Apr 2026 11:33 WIB
Kabarmalam.com — Memisahkan urusan hati dari urusan profesionalitas kerja bukanlah perkara mudah bagi sebagian besar orang, namun pesinetron Rendy Samuel tampaknya memiliki pandangan yang berbeda. Di tengah proses perceraian artis yang tengah ia jalani bersama sang istri, Shindy Samuel, Rendy secara tegas menyatakan bahwa kerajaan bisnis skincare yang mereka bangun tidak akan goyah oleh badai rumah tangga.
Ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini, Rendy memaparkan bahwa kelanjutan usaha mereka harus tetap berjalan di atas rel profesionalisme. Baginya, urusan domestik dan urusan korporasi adalah dua entitas yang berbeda dan tidak seharusnya saling mengintervensi.
Komitmen Profesional di Tengah Keretakan Rumah Tangga
Rendy menjelaskan bahwa struktur kepemilikan saham dalam perusahaan mereka sudah sangat jelas. Dengan porsi saham 40 persen milik Rendy dan 60 persen di tangan Shindy, ia meyakini roda bisnis skincare mereka akan tetap berputar sebagaimana mestinya tanpa ada hambatan berarti.
“Kita tetap profesional. Poinnya adalah pembagian saham sudah jelas, aku 40 persen dan dia 60 persen sebagai pemegang saham utama. Secara logika bisnis, seharusnya semuanya tetap baik-baik saja dan tidak terganggu,” ujar Rendy dengan nada tenang namun tegas.
Memprioritaskan Masa Depan Anak dan Kolaborasi
Di balik kemelut perpisahan ini, Rendy Samuel menaruh perhatian besar pada hubungan baik pasca-perceraian. Alasan utamanya tak lain adalah buah hati mereka, Noah. Rendy berharap, meskipun status suami-istri akan segera berakhir, hubungan sebagai rekan kerja dan orang tua harus tetap terjalin harmonis.
Ia memandang Shindy bukan sekadar mantan pasangan di masa depan, melainkan sosok ibu dari anaknya yang tetap layak mendapatkan penghormatan. “Harapan saya kita tetap baik-baik saja. Bagaimanapun juga, Shindy adalah ibunya Noah. Saya ingin kita tetap menjadi teman baik yang bisa terus berkolaborasi di banyak hal,” ungkapnya penuh harap.
Menepis Isu Miring dan Menyerahkan pada Kuasa Hukum
Terkait desas-desus mengenai adanya ucapan kasar atau konflik internal yang lebih dalam, Rendy memilih untuk tidak banyak berkomentar. Ia tampak ingin menjaga suasana tetap kondusif dan tidak memperkeruh keadaan di ruang publik.
Mengenai detail pembagian harta gono-gini dan aspek hukum lainnya, Rendy telah menyerahkan segala sesuatunya kepada tim pengacara. Ia menyatakan kesiapannya untuk menghadapi prosedur hukum yang berlaku secara transparan.
“Semua ada lawyer yang menangani, biar mereka yang menjawab secara teknis hukum. Keinginan saya pribadi adalah masalah ini bisa selesai secara damai melalui mediasi. Tidak perlu ada keributan yang berlarut-larut, karena fokus utama saya saat ini hanyalah anak,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan.