Ikuti Kami
kabarmalam.com

Perjalanan Emosional Bara Valentino: Mudik ke Afghanistan Setelah 12 Tahun di Bawah Aturan Ketat

Darman | kabarmalam.com
Selasa, 28 Apr 2026 11:35 WIB
Perjalanan Emosional Bara Valentino: Mudik ke Afghanistan Setelah 12 Tahun di Bawah Aturan Ketat

Kabarmalam.com — Penantian panjang selama 12 tahun akhirnya tuntas bagi aktor tampan Bara Valentino. Setelah lebih dari satu dekade melewatkan momen Idul Fitri jauh dari tanah kelahiran, pria yang kini menjadi sosok familiar di industri hiburan Indonesia ini akhirnya menginjakkan kaki kembali di bumi Afghanistan. Namun, kepulangannya kali ini bukan sekadar liburan biasa, melainkan sebuah perjalanan penuh haru sekaligus ketegangan di tengah situasi politik yang telah berubah total.

Perjalanan 48 Jam Demi Bakti kepada Orang Tua

Bara mengungkapkan bahwa perjalanan menuju kampung halamannya bukanlah perkara mudah. Ia harus menempuh perjalanan udara dan darat yang melelahkan selama total 48 jam. Meski menguras energi, rasa lelah itu seketika sirna saat ia bisa memeluk sang ibunda dan berziarah ke makam mendiang ayahnya. Bagi sang aktor, waktu satu bulan di sana adalah momen krusial untuk membayar tuntas kerinduan yang telah lama ia pendam sebagai seorang selebriti yang sibuk dengan jadwal syuting di Jakarta.

Baca Juga  Yadi Sembako Akhiri Polemik Cek Kosong Rp 198 Juta: Pilih Ikhlas dan Fokus Menatap Masa Depan

Suasana Lebaran yang Berbeda di Bawah Aturan Taliban

Ada cerita unik sekaligus menegangkan yang dibagikan Bara mengenai pengalamannya merayakan Lebaran di bawah pemerintahan Taliban. Ia menceritakan betapa ketatnya aturan yang diterapkan, yang bahkan memengaruhi pelaksanaan ibadah salat Id. Bara mengaku sempat merasa sedih karena harus melewatkan salat Id berjamaah akibat instruksi pemerintah yang sangat kaku.

“Tahun ini ada rasa sedih karena saya ketinggalan salat Id. Di sana, di bawah pemerintahan Taliban, masyarakat harus patuh sepenuhnya pada instruksi mereka. Ada aturan yang membuat masjid-masjid ditutup bagi mereka yang ingin salat di hari yang berbeda dengan ketetapan pemerintah,” tutur Bara saat berbincang hangat di kawasan Mampang Prapatan beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Tepis Tuduhan Miring, Kuasa Hukum Pastikan Betrand Peto Tidak Curi Parfum Sarwendah: Bukti Bon Masih Ada!

Kekhawatiran masyarakat pun bukan tanpa alasan. Kabarnya, terdapat ancaman bagi para imam masjid yang berani menyelenggarakan salat Id tidak sesuai dengan instruksi resmi. Hal inilah yang membuat suasana hari kemenangan di sana terasa lebih sunyi dan penuh kewaspadaan.

Rindu Ketupat dan Adaptasi Budaya

Selain soal regulasi, perbedaan budaya menjadi tantangan tersendiri bagi pria yang kini didapuk menjadi host program religi Bara Valentino ini. Jika di Indonesia Lebaran identik dengan ketupat dan opor ayam, di Afghanistan tradisinya sangat berbeda. Ia mengaku sangat merindukan kuliner khas Tanah Air selama berada di sana.

“Di Afghanistan tidak ada ketupat. Saya sangat merindukannya. Tradisi di sana lebih kepada menyajikan camilan berupa kacang-kacangan seperti almond, walnut, dan kismis untuk tamu yang datang,” kenangnya mengenai kekayaan kultur lebaran yang ia temui.

Baca Juga  Tajam! Friceilda Prillea Tagih Aksi Nyata Anrez Adelio: Jangan Cuma Janji Manis, Buktikan!

Keamanan dan Strategi ‘Low Profile’

Mengenai kondisi keamanan, meski wilayah tempat tinggalnya relatif stabil, Bara tetap tidak bisa lengah. Ia mengaku harus menjaga penampilan agar tidak terlalu mencolok demi menghindari risiko kejahatan. Menurutnya, memperlihatkan kemewahan atau gaya hidup yang berlebihan bisa menjadi incaran pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Di sana tidak boleh sembarangan pamer atau show off. Jika terlalu menonjol, bisa diincar. Jadi saya benar-benar harus menjaga sikap dan tetap waspada,” tambahnya mengenai situasi di Afghanistan saat ini.

Kini, Bara Valentino telah kembali ke Indonesia dengan semangat baru. Selain melanjutkan perannya di layar kaca, ia juga membocorkan bahwa ada beberapa proyek akting terbaru yang sedang ia persiapkan untuk menyapa para penggemar setianya.

Tentang Penulis
Darman
Darman