Dilepas Seharga Rp 25 Miliar, Ashanty Buka Suara Soal Alasan Jual ‘Istana Cinere’ yang Penuh Kenangan
Selasa, 28 Apr 2026 06:35 WIB
Kabarmalam.com — Hunian megah yang sering dijuluki sebagai “Istana Cinere” milik pasangan selebritas Ashanty dan Anang Hermansyah kini resmi masuk ke pasar properti. Setelah bertahun-tahun menjadi saksi bisu perjalanan karier dan pasang surut kehidupan keluarga mereka, rumah mewah tersebut dibanderol dengan harga fantastis mencapai Rp 25 miliar.
Meski angka tersebut tergolong premium, Ashanty menegaskan bahwa harga yang ditawarkan masih bersifat fleksibel atau bisa dinegosiasikan bagi calon pembeli yang menunjukkan keseriusan. Menurutnya, angka tersebut sudah sangat kompetitif jika dibandingkan dengan nilai properti di kawasan elit tersebut.
“Aku bukanya di harga yang sudah sangat bagus, yakni Rp 25 miliar nego. Memang kisaran harga di sana rata-rata berada di atas Rp 20 miliar,” ungkap Ashanty saat berbincang dengan awak media di kawasan Jakarta Selatan baru-baru ini.
Alasan di Balik Penjualan: Permintaan Sang Buah Hati
Keputusan untuk melepas aset berharga ini ternyata bukan didasari oleh motif ekonomi semata, melainkan adanya dorongan dari internal keluarga. Faktor utamanya adalah permintaan dari putri sulung mereka, Aurel Hermansyah. Seiring dengan kehadiran cucu yang kian tumbuh besar, Aurel berharap orang tuanya bisa bermukim di lokasi yang lebih dekat dengan kediamannya.
“Aurel sempat meminta kami untuk pindah agar jaraknya lebih dekat. Dia bilang, ‘Bun, pindah dong’. Setelah berdiskusi cukup lama, akhirnya Mas Anang setuju. Kami menjualnya dengan harga pasar yang normal, jadi semuanya terasa adil dan fair,” tambah Ashanty yang kini mulai melirik properti mewah di lokasi yang lebih strategis.
Perdebatan Panjang Selama Lima Tahun
Menariknya, niat untuk menjual rumah di kawasan Cinere ini sebenarnya sudah menjadi wacana sejak lima tahun silam. Namun, prosesnya sempat diwarnai drama internal. Ashanty membeberkan bahwa selama tiga tahun pertama, Anang Hermansyah sempat menolak keras rencana penjualan tersebut.
Bagi Anang, rumah itu bukan sekadar tumpukan bata dan semen, melainkan simbol perjuangan keras yang membawa keberuntungan bagi keluarga mereka. “Mas Anang maunya nggak dijual karena itu rumah kenang-kenangan. Katanya rumah itu bikin kita sukses dan bawa hoki. Jadi siapapun yang beli nanti, Mas Anang ingin rumah itu tetap dipertahankan nilai-nilainya,” kenang Ashanty.
Kini, dengan restu dari seluruh anggota keluarga, istana yang sarat akan sejarah tersebut siap menyambut pemilik barunya. Bagi Anda yang sedang mencari investasi properti eksklusif dengan nilai emosional yang tinggi, hunian ini tentu menjadi salah satu opsi yang tak boleh dilewatkan.