Ketegaran Luar Biasa, Kisah Pengantin Ciamis Menikah Sambil Menahan Sakit Akibat Kecelakaan Hebat
Senin, 27 Apr 2026 07:34 WIB
Kabarmalam.com — Pernikahan lazimnya menjadi panggung penuh tawa dan selebrasi kebahagiaan. Namun, sebuah momen haru yang terekam di Rajadesa, Ciamis, Jawa Barat, justru mengundang isak tangis dari siapa pun yang menyaksikannya. Seorang pengantin wanita menunjukkan ketegaran luar biasa dengan tetap melangsungkan prosesi sakral meski tubuhnya masih berjuang melawan rasa sakit yang hebat pasca kecelakaan tragis.
Kisah ini pertama kali mencuat ke ruang publik setelah diunggah oleh Alfatihh, seorang penata rias atau MUA viral melalui akun Instagram @alfatihh_makeup. Dalam unggahan tersebut, Alfatihh tidak mampu menyembunyikan rasa harunya saat harus merias sang mempelai yang kondisinya sangat memprihatinkan namun tetap memiliki semangat untuk bersanding di pelaminan.
Sentuhan Lembut di Balik Rasa Sakit
Proses merias wajah yang biasanya penuh dengan keceriaan berubah menjadi suasana yang sangat emosional. Alfatihh mengaku harus ekstra hati-hati karena kondisi fisik pengantin yang masih dalam masa pemulihan. Ia menceritakan bahwa dirinya hanya berani mengaplikasikan kosmetik dengan cara menepuk-nepuk secara perlahan menggunakan tangan, terutama di area sensitif wajah.
“Makeup hanya bisa mulai dari alis, itu pun hanya di tap-tap pakai tangan saja. Saya selalu bertanya apakah bagian alis, pipi, atau mata terasa sakit saat disentuh. Jujur, saya sangat takut menyakiti neng pengantinnya, apalagi dia baru saja kehilangan tempurung kepalanya,” tulis Alfatihh dalam keterangannya yang menyentuh hati para netizen.
Tragedi di Balik Gaun Pengantin
Kondisi memilukan ini bermula dari sebuah kecelakaan motor yang menimpa pasangan tersebut sekitar dua bulan sebelum hari pernikahan. Saat itu, mereka tengah dalam perjalanan menuju dokter gigi di Bandung. Naas, rantai motor besar yang mereka kendarai tiba-tiba terputus, menyebabkan sang wanita terpental ke aspal.
Benturan keras di kepala mengakibatkan pendarahan hebat. Kondisinya kian parah karena helm yang ia kenakan terlepas saat insiden terjadi. Akibatnya, ia harus menjalani operasi besar untuk pengangkatan tempurung kepala. Sebagai bagian dari prosedur medis, tempurung tersebut untuk sementara waktu harus disimpan di dalam bagian perut sebelum nantinya dipasang kembali setelah kondisinya dinyatakan benar-benar stabil.
Suasana Haru di Hari Bahagia
Pada hari pernikahan yang digelar 15 April 2024 lalu, suasana di lokasi acara di Rajadesa benar-benar menguras emosi. Alfatihh mengenang momen saat dirinya dan tim membantu sang pengantin mengenakan busana pernikahan. Air mata tak terbendung melihat perjuangan sang pengantin yang berusaha tampil cantik meski raga tak lagi utuh sepenuhnya.
“Suasana yang seharusnya penuh sukacita justru berubah menjadi haru biru. Semua yang hadir, mulai dari keluarga hingga tamu undangan, ikut menangis karena tidak tega melihat kondisi neng pengantin,” ungkapnya. Namun, di balik itu semua, sang mempelai wanita tetap menunjukkan senyum dan semangat yang membara sepanjang acara pernikahan haru tersebut.
Video perjuangan ini telah ditonton lebih dari 3,5 juta kali di media sosial, memicu gelombang dukungan dan doa dari warganet. Banyak yang memuji ketulusan sang mempelai pria yang tetap setia mendampingi dalam kondisi sulit, serta mendoakan kesembuhan total bagi sang istri agar segera pulih dan bisa menjalani kehidupan rumah tangga dengan bahagia.