Alfred Matos dan Syakirah Noble Padukan Nuansa Latin-Indonesia dalam Single ‘Kau Selalu di Hatiku’
Jumat, 24 Apr 2026 15:04 WIB
Kabarmalam.com — Belantika musik Indonesia kembali kedatangan sebuah karya kolaborasi lintas negara yang menawarkan warna berbeda. Musisi berbakat asal Kuba, Alfred Matos, secara resmi menggandeng solois asal Singapura, Syakirah Noble, untuk melahirkan sebuah single romantis bertajuk “Kau Selalu di Hatiku”. Kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan dua vokal, melainkan sebuah jembatan budaya yang menyatukan harmoni Latin dan melodi Asia.
Eksplorasi Perdana Alfred Matos dalam Bahasa Indonesia
Lagu ini menjadi catatan sejarah penting dalam perjalanan karier Alfred Matos. Untuk pertama kalinya, musisi yang kental dengan latar belakang budaya Kuba ini memberanikan diri membawakan lirik dalam bahasa Indonesia. Keunikan semakin terasa ketika Alfred menyelipkan narasi dalam bahasa Spanyol, menciptakan nuansa eksotis yang jarang ditemukan dalam pasar musik lokal saat ini.
Hadirnya Syakirah Noble memberikan kekuatan tersendiri pada lagu ini. Sebagai penyanyi yang telah malang melintang selama lebih dari satu dekade dengan kepiawaian di genre jazz, pop, hingga R&B, Syakirah mampu mengimbangi vokal Alfred dengan sentuhan yang lembut namun penuh emosi. Perpaduan dua karakter suara ini mencapai puncaknya pada bagian chorus, yang seolah menjadi ruang pertemuan bagi dua dunia yang berbeda.
Narasi Kerinduan dan Hubungan Jarak Jauh
Secara tematik, “Kau Selalu di Hatiku” merupakan sebuah elegi bagi mereka yang sedang memperjuangkan hubungan jarak jauh atau LDR. Lagu ini mengisahkan tentang bagaimana perasaan cinta yang tulus tidak akan pernah luntur, meski raga terpisah oleh samudera dan perbedaan zona waktu.
“Kau Selalu di Hatiku adalah tentang cinta yang tidak dibatasi jarak dan bahasa. Kami ingin lagu ini menjadi pengingat bahwa perasaan yang tulus akan selalu menemukan jalannya,” ungkap Alfred dalam keterangannya yang diterima redaksi pada Jumat (24/4/2026).
Produksi Berkualitas dengan Teknologi Dolby Atmos
Tak hanya mengandalkan kekuatan lirik dan vokal, proses produksi kolaborasi musik ini juga digarap dengan sangat serius. Melibatkan musisi dari Bali hingga Jakarta, proses pengerjaan lagu dilakukan secara lintas kota untuk mendapatkan atmosfer yang tepat. Untuk memastikan pengalaman mendengarkan yang maksimal, proses mixing dan mastering dipercayakan kepada teknisi audio kenamaan, Sumantri Limin.
Penggunaan teknologi Dolby Atmos dalam lagu ini memberikan kedalaman suara yang imersif, membuat pendengar seolah masuk ke dalam cerita yang dibangun oleh Alfred dan Syakirah. Bagi Alfred sendiri, mempelajari pelafalan bahasa Indonesia merupakan tantangan terbesar sekaligus pengalaman paling berharga selama proses rekaman.
“Musik adalah bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan budaya. Untuk siapa pun yang sedang merindukan seseorang di kejauhan, semoga lagu ini bisa menjadi pelukan kecil yang mengingatkan bahwa Anda tidak sendirian,” pungkas Alfred dengan penuh harap.