Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kartini Modern dari Lamongan: Lulusan S2 Tak Gengsi Jadi Tukang Jagal Ayam, Bukti Pendidikan Bukan Sekadar Gengsi

Jurnal | kabarmalam.com
Rabu, 22 Apr 2026 07:04 WIB
Kartini Modern dari Lamongan: Lulusan S2 Tak Gengsi Jadi Tukang Jagal Ayam, Bukti Pendidikan Bukan Sekadar Gengsi

Kabarmalam.com — Membicarakan sosok Kartini di era modern bukan lagi sekadar soal mengenakan kebaya atau merayakan emansipasi di balik meja kantor yang nyaman. Sebuah narasi yang mendefinisikan ulang perjuangan perempuan masa kini justru lahir dari keriuhan pasar di Lamongan. Adalah Meta Mita, seorang perempuan tangguh yang membuktikan bahwa gelar akademik tinggi bukanlah penghalang untuk turun langsung ke lapangan, bahkan jika itu berarti bergelut dengan ratusan ayam potong setiap harinya.

Meta Mita bukanlah sosok sembarangan. Ia merupakan pemegang gelar Magister (S2) Pendidikan Bahasa Indonesia dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Namun, alih-alih memilih jalur karier konvensional sebagai dosen atau peneliti, Meta justru memilih jalan yang tak terduga. Lewat akun Instagram pribadinya, ia membagikan potret kesehariannya yang kontras dengan dunia akademisi: menggunakan celemek plastik dan sarung tangan sebagai seorang tukang jagal ayam profesional.

Baca Juga  Drama 'Startup Kecil' Phoebe Gates: Putri Bill Gates Dihujat Karena Tawar Murah Tarif Influencer

Melawan Stigma dengan Ketangguhan

Pilihan Meta untuk terjun ke bisnis pemotongan ayam yang ia beri nama “Era Cipta” sontak menjadi kisah viral yang memancing beragam reaksi warganet. Banyak yang mempertanyakan mengapa lulusan S2 mau melakukan pekerjaan kasar. Namun bagi Meta, pendidikan tinggi justru memberinya fondasi mental untuk tidak terjebak dalam gengsi kosong.

“Pendidikan dan pekerjaan adalah dua hal yang berbeda. Justru karena berpendidikan, seseorang seharusnya mampu menghargai segala bentuk pekerjaan selama itu halal dan produktif,” ungkap salah satu netizen yang mendukung langkahnya. Meta sendiri mengaku sangat mencintai profesinya saat ini, yang ia jalani beriringan dengan perannya sebagai content creator yang aktif menerima jasa endorsement di media sosial.

Baca Juga  Ramalan Zodiak 19 April: Libra Perlu Ekstra Waspada, Sagitarius Saatnya Mendengar Saran

Pernah Jadi Guru dan Donasikan Seluruh Gaji

Jauh sebelum namanya dikenal sebagai pengusaha ayam, Meta memiliki rekam jejak pengabdian yang menyentuh hati. Ia pernah menjadi pengajar di beberapa lembaga pendidikan, termasuk SMP-MA Darun Nuhad dan MTs Darul Ulum Petiyin. Ada satu fakta menarik yang jarang diketahui: saat masih mengajar, Meta memilih untuk menyumbangkan seluruh gajinya bagi siswa yang kurang mampu.

“Waktu itu saya menyumbangkan seluruh gaji untuk membantu siswa yang kesulitan membayar SPP. Namun, karena jadwal kegiatan di luar mengajar semakin padat, saya harus membuat keputusan sulit untuk berhenti mengajar agar bisa lebih fokus mengelola bisnis,” kenangnya. Keputusan untuk banting setir ini pun telah mendapatkan restu penuh dari keluarganya di Lamongan, Jawa Timur.

Baca Juga  Kisah Haru Atta Halilintar: Perjuangan Beli Sepatu Bekas Demi Mimpi Jadi Pemain Timnas

Menemukan Keberuntungan Melalui Perjuangan

Membangun usaha pemotongan ayam tentu bukan tanpa kerikil tajam. Meta menghadapi berbagai hambatan operasional, mulai dari manajemen stok hingga masalah teknis di lapangan. Namun, pola pikir akademisnya membantunya untuk selalu berdiskusi dengan keluarga dan melakukan evaluasi mendalam atas setiap masalah yang muncul.

Kisah Meta Mita menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa keberuntungan tidak datang begitu saja. Dibutuhkan keberanian untuk menentukan jalan hidup sendiri, meski jalan tersebut tidak selaras dengan ekspektasi masyarakat luas. “Mari tetap berjuang untuk menemukan keberuntungan kita masing-masing,” pungkasnya dengan penuh semangat.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com