Titik Terang Kasus Penggelapan Dana Fuji: Eks Admin Akui Perbuatannya, Kerugian Capai Rp 1 Miliar
Senin, 20 Apr 2026 13:34 WIB
Kabarmalam.com — Tabir gelap yang menyelimuti kasus dugaan penggelapan dana yang menimpa selebgram kenamaan Fujianti Utami Putri, atau yang akrab disapa Fuji, perlahan mulai tersingkap. Kabar terbaru menyebutkan bahwa sang mantan admin media sosial yang dilaporkan telah memberikan pengakuan atas perbuatannya di hadapan penyidik Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan.
Langkah Hukum Memasuki Babak Penyidikan
Perjuangan Fuji untuk menuntut keadilan kini menunjukkan progres yang signifikan. Melalui kuasa hukumnya, Sandy Arifin, diungkapkan bahwa status perkara ini telah resmi ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Peningkatan status ini didasarkan pada temuan bukti yang cukup serta pengakuan langsung dari pihak terlapor.
“Kami telah menerima informasi bahwa terlapor sudah mengakui perbuatannya. Selain itu, total kerugian yang dialami klien kami juga sudah dihitung secara resmi dalam proses pemeriksaan tersebut,” ungkap Sandy Arifin saat memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).
Rasa Syukur dan Luka yang Mendalam
Bagi Fuji, perkembangan kasus ini menjadi angin segar setelah setahun lamanya ia bergelut dengan ketidakpastian hukum yang menyita energi serta emosinya. Meski merasa lega, kekecewaan mendalam masih dirasakan oleh adik ipar mendiang Vanessa Angel tersebut. Baginya, tindakan sang mantan karyawan sudah melampaui batas toleransi.
“Alhamdulillah, saya merasa lega karena sebentar lagi insyaAllah akan ada penetapan tersangka. Saya ingin proses ini berjalan seadil-adilnya karena yang dia lakukan sudah keterlaluan. Ini bukan cuma soal uang semata,” tutur Fuji dengan nada haru namun tegas.
Dampak Kerugian: Materiil Hingga Reputasi
Kasus yang menjerat sang mantan admin ini bermula dari dugaan penggelapan dana hasil kerja sama endorsement yang nilainya ditaksir mencapai angka fantastis, yakni hampir Rp 1 miliar. Namun, beban yang dipikul Fuji tidak berhenti pada urusan finansial. Tindakan terlapor juga berdampak serius pada profesionalitas Fuji di mata para klien.
Diketahui, terlapor diduga sengaja melakukan reset pada ponsel operasional pekerjaan. Tindakan sabotase tersebut mengakibatkan hilangnya ribuan riwayat percakapan dengan mitra bisnis serta bukti-bukti dokumentasi pekerjaan yang sangat krusial. Hal inilah yang membuat Fuji merasa harga dirinya sebagai figur publik ikut diserang.
Menanti Kepastian Status Tersangka
Saat ini, tim penyidik tengah merampungkan seluruh kelengkapan administrasi dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung lainnya sebelum melangkah ke penetapan status hukum selanjutnya bagi terlapor. Dengan adanya pengakuan di atas materai dan di hadapan hukum, publik kini menanti keadilan bagi Fuji dalam menuntaskan perkara yang merugikannya secara moril dan materiil ini.