Dituding Pura-Pura Sulit Padahal Tenteng Tas Mewah, Ibunda Julia Perez Akhirnya Buka Suara
Senin, 20 Apr 2026 11:33 WIB
Kabarmalam.com — Di balik gemerlap dunia hiburan yang pernah membesarkan nama Julia Perez, sang ibunda, Sri Wulansih, kini harus berhadapan dengan realita kehidupan yang tak selalu manis. Belakangan ini, Sri menjadi sasaran kritik pedas netizen setelah ia diketahui meminta bantuan kepada Raffi Ahmad untuk membeli unit apartemen peninggalan almarhumah putrinya.
Beban Finansial di Balik Apartemen Kosong
Kabar mengenai Sri Wulansih yang menawarkan apartemen mendiang Jupe kepada Sultan Andara memicu beragam reaksi di ruang digital. Banyak yang mempertanyakan kondisi ekonomi keluarga tersebut, mengingat nama besar Jupe di masa lalu. Sri secara jujur mengakui bahwa biaya Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) untuk unit yang sudah bertahun-tahun kosong itu kian memberatkan, apalagi ia saat ini tidak memiliki pemasukan tetap yang stabil.
“Enggak apa-apa, itu hak mereka masing-masing mau bicara apa. Yang penting memang kenyataannya seperti itu. Mama sih merasa tidak perlu terlalu banyak berkomentar,” ujar Sri Wulansih saat ditemui tim media di kawasan Harjamukti, Cibubur, Depok, Jawa Barat.
Kontroversi Tas Mewah yang Jadi Sorotan
Namun, yang membuat netizen semakin gencar melempar komentar miring adalah penampilan Sri saat bertemu dengan tim Raffi Ahmad. Ia tertangkap kamera menenteng sebuah tas mewah yang diduga bermerek Hermes. Kontras antara permintaan tolong secara ekonomi dengan gaya busana tersebut membuat netizen menuding Sri hanya berakting hidup susah.
Menanggapi hal tersebut, Sri memberikan klarifikasi yang cukup emosional. Ia menegaskan bahwa tas tersebut bukanlah barang baru yang ia beli dari hasil kemewahan, melainkan warisan berharga dari almarhumah Jupe yang ia jaga sepenuh hati.
“Itu kan tas peninggalan almarhumah. Kalau Mama disuruh beli sendiri, mana mampu? Daripada ditaruh saja dan rusak, lebih baik Mama pakai,” ungkapnya dengan nada getir.
Kenangan yang Diperbaiki demi Bertahan
Lebih lanjut, Sri mengungkapkan fakta yang tak terlihat oleh mata publik. Tas yang dianggap mewah oleh netizen tersebut sebenarnya sudah dalam kondisi rusak di beberapa bagian. Gagangnya sempat patah dan ada bagian kulit yang robek, namun ia memilih untuk membawanya ke tempat reparasi agar tetap bisa digunakan.
“Memang mereka tahu kalau tas itu sebenarnya sudah rusak? Pegangannya sudah saya betulin sendiri. Mama pakai terus karena Mama enggak mau kehilangan kenangan itu. Mama cuma punya itu saja,” tambahnya lagi.
Meski banyak yang menyarankan agar tas tersebut dijual untuk menutupi kebutuhan ekonomi, Sri dengan tegas menolak ide tersebut. Baginya, nilai emosional tas tersebut jauh lebih besar daripada nominal uang yang bisa dihasilkan. Ia pun memilih untuk tetap tegar menghadapi pedasnya komentar netizen yang hanya melihat dari permukaan tanpa memahami luka dan beban batin yang ia pikul sebagai seorang ibu yang kehilangan anaknya.