Babak Baru Kasus Hukum Fujianti Utami: Laporan Terhadap Eks Admin Resmi Naik ke Tahap Penyidikan
Senin, 20 Apr 2026 12:04 WIB
Kabarmalam.com — Langkah hukum yang ditempuh selebgram populer Fujianti Utami, atau yang akrab disapa Fuji, dalam mengusut tuntas kasus dugaan penggelapan kini menemui titik terang yang semakin benderang. Didampingi oleh kuasa hukumnya, Sandy Arifin, Fuji kembali menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan guna memantau langsung perkembangan laporannya terhadap sang mantan admin media sosial.
Kasus yang bermula dari dugaan pengkhianatan kepercayaan ini menunjukkan progres signifikan. Pihak kepolisian dilaporkan telah merampungkan serangkaian pemeriksaan, baik terhadap saksi-saksi kunci maupun pihak terlapor sendiri. Hasilnya, tim penyidik menemukan unsur pidana yang cukup kuat untuk meningkatkan status perkara ini.
Status Hukum Meningkat, Bukti Kuat Terpenuhi
Sandy Arifin mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran proses hukum yang tengah berjalan. Menurutnya, peningkatan status dari penyelidikan ke tahap penyidikan merupakan sinyal positif bahwa keadilan mulai berpihak pada kliennya. “Kami menerima informasi bahwa laporan kami berjalan sangat lancar. Saksi-saksi sudah diperiksa pekan lalu, dan status prosesnya kini sudah resmi naik ke penyidikan,” ujar Sandy saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan.
Kehadiran Fujianti Utami di markas kepolisian tersebut bertujuan untuk mendengar langsung bagaimana respons dari mantan adminnya setelah menjalani pemeriksaan intensif. Fuji ingin memastikan apakah ada pengakuan jujur atau setidaknya iktikad baik untuk menyelesaikan kemelut ini secara bertanggung jawab.
Modus Pengalihan Dana Endorsement
Persoalan ini bermula ketika ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam arus kas keuangan Fuji. Mantan admin tersebut diduga melakukan modus operandi dengan mengalihkan dana hasil kerja sama iklan atau endorsement yang seharusnya masuk ke rekening manajemen, justru dibelokkan ke kantong pribadi.
Meski secara hukum posisi Fuji kian menguat, pihak kuasa hukum menyatakan tetap membuka ruang jika terlapor memiliki niat tulus untuk memperbaiki keadaan. Namun, proses hukum tetap menjadi prioritas utama sebagai bentuk ketegasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
“Fokus kami hari ini adalah mengonfirmasi apa yang telah disampaikan terlapor. Apakah ada kejujuran di sana? Kami tetap menunggu apa yang perlu dilengkapi untuk langkah hukum selanjutnya,” tambah Sandy. Kasus yang menimpa sang selebgram ini menjadi pengingat pentingnya profesionalisme dan integritas dalam hubungan kerja di industri kreatif.