Ikuti Kami
kabarmalam.com

Perjuangan Habib Jafar Hadiri 40 Harian Vidi Aldiano: Terjang Macet Pakai Motor demi Sosok Pemersatu

Darman | kabarmalam.com
Minggu, 19 Apr 2026 12:36 WIB
Perjuangan Habib Jafar Hadiri 40 Harian Vidi Aldiano: Terjang Macet Pakai Motor demi Sosok Pemersatu

Kabarmalam.com — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nurul Hidayah di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam (18/4/2026). Di tengah kerumunan jemaah yang hadir untuk memperingati 40 hari wafatnya Vidi Aldiano, tampak sosok Habib Jafar yang hadir dengan penuh perjuangan. Pendakwah yang dikenal dengan gaya santainya ini rela menerobos kemacetan ibu kota menggunakan sepeda motor demi memberikan penghormatan terakhir dan tausiah bagi sahabatnya tersebut.

Habib Jafar menceritakan bahwa kehadirannya malam itu merupakan respon cepat atas undangan mendadak dari orang tua mendiang Vidi. Meski informasi baru diterima pada sore hari, ia tidak ingin melewatkan momen penting tersebut. “Gue usahain hadir walaupun sebenarnya ini mendadak. Ayah dan ibunya Vidi masing-masing mengabari gue tadi sore. Karena khawatir tidak sampai tepat waktu, gue akhirnya memutuskan naik motor ke sini,” ungkap Habib Jafar saat ditemui tim Kabarmalam.com di lokasi.

Baca Juga  Kisah Haru Fanny Fadillah Menghadapi Badai Hidup: Dari Kehilangan Ibu hingga Perubahan Drastis Gaya Hidup

Kenangan Hangat: Tawa dan Positivitas Sang Penyambung Silaturahmi

Bagi Habib Jafar, sosok Vidi Aldiano bukan sekadar rekan, melainkan energi positif yang selalu mampu menghidupkan suasana. Ia mengenang bagaimana tawa khas Vidi dan cara berpikirnya yang selalu optimis menjadi hal yang paling dirindukan. Vidi dikenal sebagai sosok yang memiliki inisiatif tinggi untuk mempererat tali silaturahmi di kalangan teman-temannya.

“Vidi itu selalu punya cara untuk bikin orang berkumpul. Entah itu lewat acara kecil atau kejutan-kejutan unik yang ia buat. Dia adalah jembatan yang mendekatkan banyak orang dari latar belakang yang berbeda,” kenangnya dengan nada haru.

Kajian Unik dengan Hidangan ‘Bintang Lima’

Salah satu warisan spiritual yang ditinggalkan Vidi adalah sebuah forum pengajian rutin yang ia inisiasi bersama Habib Jafar. Namun, ada satu hal unik yang selalu diingat sang habib mengenai kajian tersebut, yakni pilihan kulinernya yang tidak biasa.

Baca Juga  Eva Manurung Angkat Bicara Soal Kehamilan Lindi Fitriyana: Anak Saya Jantan dan Bertanggung Jawab!

“Ini pernah gue bahas juga di podcast bareng dia. Biasanya kan kajian itu identik dengan makanan tradisional seperti roti uli, tapi di tempat Vidi, suguhannya makanan Jepang bintang lima! Aneh memang, tapi itulah Vidi yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk tamunya,” seloroh Habib Jafar sembari tersenyum.

Pribadi yang Tidak Membeda-bedakan

Di mata Habib Jafar, Vidi adalah teladan dalam hal menghargai sesama. Ia tidak pernah memandang status sosial atau jabatan seseorang dalam berteman. Hal ini sangat terasa setiap kali Vidi merayakan hari spesialnya, di mana semua tamu diperlakukan dengan kehangatan yang sama tanpa ada sekat.

“Salah satu alasan kenapa gue nyaman berteman dengan Vidi adalah karena dia memperlakukan semua orang sama. Saat ulang tahunnya, meski banyak artis besar yang hadir, gue tetap merasa disambut dengan penuh kehangatan, tidak dibeda-bedakan,” tambahnya.

Baca Juga  Clara Shinta Sampaikan Penyesalan Mendalam Usai Bongkar Skandal Video Call Sang Suami

Suasana 40 harian itu sendiri dianggap sangat merepresentasikan karakter Vidi yang dermawan dan suka menjamu orang. Ada pola unik dalam acara tersebut yang membuat Habib Jafar teringat kembali pada sosok almarhum. “Ini khas Vidi banget. Biasanya kan tahlilan dulu baru makan, kalau ini makan dulu, tahlilan, terus makan lagi. Dia ingin meninggalkan memori yang manis dan perut yang kenyang bagi siapa saja yang datang mendoakannya,” pungkasnya.

Tentang Penulis
Darman
Darman