Ikuti Kami
kabarmalam.com

Petaka Dibalik Tren Kecantikan, Wanita Ini Alami Penyakit Serius Usai Lakukan Sulam Alis

Jurnal | kabarmalam.com
Selasa, 14 Apr 2026 11:47 WIB
Petaka Dibalik Tren Kecantikan, Wanita Ini Alami Penyakit Serius Usai Lakukan Sulam Alis

Kabarmalam.com — Di tengah gempuran tren kecantikan yang menawarkan kepraktisan, prosedur tato alis atau sulam alis kini menjadi pilihan favorit banyak wanita agar tetap tampil menawan tanpa repot memulas riasan setiap pagi. Namun, di balik janji estetika tersebut, tersembunyi risiko kesehatan yang jarang dipahami oleh masyarakat luas, sebagaimana dialami oleh seorang wanita yang harus berjuang melawan penyakit serius akibat tinta di wajahnya.

Kisah ini bermula ketika seorang wanita berusia 46 tahun memutuskan untuk mempercantik area alisnya. Segalanya tampak normal pada awalnya, namun badai kesehatan mulai datang sekitar 15 bulan setelah prosedur tersebut dilakukan. Melansir laporan dari New York Post, muncul bercak berwarna keunguan yang mengkhawatirkan tepat di area alisnya. Masalah tidak berhenti di situ; bercak tersebut perlahan mulai menjalar ke bagian tubuh lain yang sama sekali tidak tersentuh jarum tato, seperti area punggung atas hingga siku.

Baca Juga  Kisah Sonal Keay, Wanita yang Terpaksa Menjadi 'Vampir' Nyata Akibat Alergi Matahari Langka

Diagnosis Medis yang Mengejutkan

Setelah melakukan pemeriksaan mendalam, tim medis menemukan adanya granuloma, yakni sekumpulan sel darah putih yang berkumpul sebagai respons terhadap peradangan kronis di dalam tubuh. Kondisi ini membawa dokter pada sebuah kesimpulan medis yang serius: sang wanita didiagnosis menderita sarcoidosis. Penyakit ini merupakan gangguan peradangan yang bersifat sistemik, artinya bisa menyerang berbagai organ vital tanpa terduga.

Secara medis, sarcoidosis umumnya menargetkan organ paru-paru dan kelenjar getah bening. Namun, dalam dunia kesehatan kulit, diketahui bahwa sekitar 25 persen kasus penyakit ini juga bermanifestasi pada lapisan epidermis. Jika tidak ditangani dengan tepat, peradangan ini berpotensi merusak sistem saraf, persendian, hingga mengganggu fungsi jantung yang fatal.

Reaksi Imun Terhadap Benda Asing

Hingga saat ini, penyebab pasti sarcoidosis masih menjadi misteri di dunia kedokteran. Meski demikian, para ahli meyakini bahwa pemicu utamanya adalah reaksi berlebihan dari sistem imun terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh, dalam hal ini adalah tinta tato. Ketika jarum memasukkan tinta ke dalam dermis, tubuh secara alami akan menganggapnya sebagai ancaman. Sebagian tinta tetap tinggal untuk membentuk pigmen permanen, namun sebagian lainnya bisa memicu alarm bahaya bagi sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga  Siasat Unik Cari Jodoh di Jepang: Kencan Buta Khusus Pemilik Marga yang Sama demi Hindari Aturan Rumit

Masalah kian pelik karena tinta tato seringkali mengandung residu logam berat berbahaya seperti nikel, kromium, kobalt, hingga timbal. Zat-zat inilah yang diduga kuat memicu reaksi alergi ekstrem atau peradangan hebat pada individu tertentu yang memiliki sensitivitas tinggi.

Bukan Kasus Pertama di Dunia Estetika

Fenomena ini rupanya bukan sekali ini saja terjadi. Jejak digital medis mencatat bahwa pada tahun 2011, sebuah kasus serupa menggemparkan Swiss. Sebanyak 12 orang dilaporkan menderita sarcoidosis setelah mendapatkan layanan tato dari seniman yang sama. Hal ini memperkuat dugaan bahwa komposisi tinta atau teknik aplikasi memiliki peran besar dalam memicu reaksi alergi sistemik.

Bagi wanita dalam kasus terbaru ini, pengobatan awal menggunakan salep oles tidak memberikan hasil berarti. Dokter akhirnya mengambil langkah agresif dengan memberikan terapi kortikosteroid jenis prednisolone. Beruntung, dalam waktu satu minggu, kondisi kulitnya berangsur membaik dan dosis obat mulai dikurangi secara bertahap hingga gejala benar-benar menghilang.

Baca Juga  Tuduhan Serius Ruby Rose: Katy Perry Kini Diselidiki Polisi Atas Dugaan Pelecehan Seksual

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang ingin melakukan prosedur kosmetik permanen. Kabarmalam.com mengingatkan bahwa kecantikan seharusnya tidak dibayar dengan harga kesehatan yang mahal. Jika Anda merasakan gejala aneh seperti bengkak, perubahan warna, atau benjolan setelah melakukan prosedur kecantikan, segera konsultasikan dengan dokter ahli untuk menghindari komplikasi yang lebih luas ke organ dalam.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com