Strategi ‘Husnuzon’ Aldi Taher: Di Balik Kesuksesan Aldis Burger yang Viral Hingga Rencana Ekspansi Besar
Rabu, 08 Apr 2026 04:04 WIB
Kabarmalam.com — Sosok Aldi Taher tak pernah berhenti mencuri perhatian publik dengan segala aksi fenomenalnya. Kali ini, bukan karena nyanyiannya yang unik, melainkan kesuksesan luar biasa dari bisnis kuliner miliknya, Aldis Burger, yang tengah menjadi buah bibir di jagat maya. Namun, di balik antrean yang mengular bak wahana Dufan, terselip kisah tak terduga yang sempat memicu ketegangan dengan warga sekitar.
Antrean Membludak dan Dinamika Tetangga
Kesuksesan gerai Aldis Burger ternyata membawa konsekuensi tersendiri. Kabar mengenai protes warga hingga insiden penyiraman air di area sekitar gerai sempat viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, mantan suami Dewi Perssik ini memberikan respons yang tak terduga. Alih-alih tersulut emosi, Aldi justru memilih untuk tetap berpikir positif atau husnuzon.
“Sebenarnya itu sih namanya cinta ya. Tapi yang jelas aku minta maaf kepada tetangga-tetangga. Mungkin karena nggak nyangka seramai ini,” ungkap Aldi Taher saat ditemui di Studio TransTV, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026). Aldi menyadari bahwa keramaian pembeli yang memadati lokasi usahanya memang sempat membuat situasi kurang kondusif. Sebagai langkah nyata, ia telah berkoordinasi dengan pengurus RT setempat untuk memperbaiki sistem antrean agar lebih tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Menariknya, Aldi melihat sisi positif dari keramaian ini. Ia menyebutkan bahwa daerah yang dulunya dikenal rawan kriminalitas, kini menjadi jauh lebih aman karena aktivitas ekonomi yang padat. “Dulu daerah situ rawan copet, sekarang ramai insyaallah jadi lebih aman,” tambahnya dengan nada optimis.
Kualitas Rasa di Tengah Isu Global
Isu kenaikan harga bahan baku, terutama plastik yang melonjak hingga 50%, tidak membuat Aldi Taher gentar dalam menjalankan strategi bisnis kulinernya. Ia menegaskan bahwa Aldis Burger sejak awal sudah berkomitmen menggunakan kemasan kertas, sehingga fluktuasi harga plastik tidak berdampak langsung pada biaya operasionalnya.
Bagi Aldi, kualitas rasa adalah prioritas utama yang tidak bisa dikompromi. Ia menjamin bahwa tekstur roti akan tetap lembut dan daging tetap juicy meskipun biaya produksi di pasaran sedang tidak stabil. Dengan gaya khasnya yang jenaka, ia mempertanyakan kaitan antara kenaikan harga plastik dengan kualitas rasa burgernya, menegaskan bahwa fokusnya adalah kepuasan pelanggan.
Belajar dari Kegagalan dan Ambisi Ekspansi
Aldi Taher kini tampak lebih matang dalam mengelola manajemen usaha. Belajar dari kegagalan bisnis mie ayam di masa lalu, ia kini menerapkan sistem yang lebih profesional. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, jumlah karyawannya telah berkembang pesat dari 4 orang menjadi 10 orang. Aldi bahkan sudah mulai melakukan survei ruko di kawasan Jakarta Selatan untuk rencana ekspansi usaha di masa depan.
Meskipun antusiasme pasar sangat tinggi, Aldi tidak ingin terburu-buru dalam membuka sistem kemitraan atau cabang baru. Ia mengaku masih dalam tahap mempelajari sistem manajemen yang lebih kompleks agar bisnisnya dapat berkelanjutan. Dalam proses pengembangan ini, Aldi banyak berdiskusi dengan tokoh-tokoh yang sudah berpengalaman di dunia kuliner.
“Kita lagi obrolin nih, Aldis Burger mau bertumbuhnya seperti apa. Aku ngobrol juga sama Ustaz Derry, Ustaz Handy, terus ada Mas Anang ‘Anak Baik’ dan Mas Najib. Kebetulan partner saya, Bang Rizal, juga punya pengalaman di bisnis kue pancong dan burger sebelumnya,” jelas Aldi. Ia pun meminta doa dari masyarakat agar bisnis yang baru berjalan sekitar dua bulan ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak orang.