Babak Baru Hak Asuh Anak Ruben Onsu: Peluang Damai Masih Terbuka Lebar di Meja Mediasi
Minggu, 05 Jul 2026 12:34 WIB
Kabarmalam.com — Pusaran konflik pasca-perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini memasuki babak baru yang krusial. Presenter kondang tersebut diketahui telah melayangkan gugatan terkait hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Meski tensi hukum sempat memanas, secercah harapan untuk penyelesaian secara damai rupanya masih tersimpan di balik meja hijau.
Persidangan perdana atas gugatan ini dijadwalkan akan digelar pada 15 Juli 2026 mendatang. Namun, sebelum palu hakim benar-benar menentukan arah masa depan pengasuhan buah hati mereka, ada satu tahapan sakral yang harus dilalui, yakni mediasi. Pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, menegaskan bahwa mediasi akan menjadi kunci utama dalam menentukan apakah gugatan ini akan dilanjutkan atau ditarik kembali.
Urgensi Produk Hukum yang Mengikat
Langkah Ruben menempuh jalur pengadilan bukan tanpa alasan yang kuat. Minola Sebayang menjelaskan bahwa kesepakatan awal yang tertuang dalam Akta Notaris nomor 39 ternyata tidak berjalan sesuai ekspektasi di lapangan. Terutama mengenai jadwal pertemuan dengan anak yang dinilai sering kali mengalami hambatan praktis.
“Kami membutuhkan sebuah produk hukum yang sah dan dikeluarkan secara resmi oleh pengadilan. Hal ini penting agar aturan mengenai hak asuh dan pertemuan anak memiliki kekuatan hukum yang tetap,” ungkap Minola dalam sebuah sesi wawancara virtual baru-baru ini.
Sinyal Pencabutan Gugatan dan Titik Temu
Menariknya, pihak Ruben Onsu tidak bersikap kaku. Ada ruang diplomasi yang cukup luas dalam proses hukum ini. Minola membeberkan bahwa kliennya membuka peluang untuk mencabut gugatan apabila dalam proses mediasi tercapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak, terutama bagi kepentingan terbaik anak-anak mereka.
“Kalau memang mediasi menghasilkan titik temu yang bagus, maka pada saat persidangan perdana nanti kita akan mematangkan atau istilahnya ‘memulenkan’ apa yang sudah disepakati tersebut. Jika proposal perdamaian diterima, pencabutan gugatan menjadi kemungkinan yang sangat terbuka,” jelasnya lebih lanjut.
Kehadiran Ruben Onsu Masih Menjadi Teka-Teki
Terkait apakah Ruben Onsu akan hadir secara langsung pada sidang perdana 15 Juli mendatang, Minola mengaku belum bisa memberikan jaminan pasti. Hal ini dikarenakan jadwal sang presenter yang padat serta perlu adanya koordinasi mendalam sebelum melangkah ke pengadilan.
Hingga saat ini, publik masih menanti bagaimana kelanjutan dari drama hak asuh anak ini. Apakah meja mediasi akan menjadi akhir dari perselisihan, ataukah pengadilan yang akan memberikan kata putus terakhir? Yang pasti, niat untuk mencari kepastian hukum demi masa depan anak tetap menjadi prioritas utama bagi pihak penggugat.